Garuda Indonesia Telah Layani Penerbangan Komersial di Samarinda

Garuda Indonesia Telah Layani Penerbangan Komersial di SamarindaPesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis - Felix Jody Kinarwan)).
20 November 2018 20:17 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, SAMARINDA-Penerbangan komersial di Bandara Aji Pengeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur telah mulai dilayani oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Selasa (20/11/2018).

Maskapai penerbangan milik Pemerintah RI tersebut telah melayani rute penerbangan dari Bandara Sukarno Hatta, Cengkareng, Jakarta menuju Bandara APT Pranoto, Samarinda, dan rute sebaliknya dari Bandara APT Pranoto menuju Sukarno Hatta, Jakarta.

Pendaratan perdana pesawat komersil Garuda Boeing 737-800 di Bandara APT Pranoto Samarinda, sekitar pukul 9.30 Wita, yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat yang diawaki Captain Adi Dwipayana ini mengangkut 12 penumpang kelas bisnis, dan 110 penumpang kelas ekonomi. Beberapa penumpang yang tiba di Samarinda di antaranya tokoh-tokoh Kaltim seperti Bupati Kutim Ismunandar, Ketua DPW NasDem Kaltim Harbiansyah Hanafiah, hingga Rektor Unmul Masjaya.

Selanjutnya, pesawat dengan nomor penerbangan GA-581 kembali terbang menuju Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 11.30. Pelepasan penumpang perdana yang berangkat dari Samarinda ini dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor, dan sejumlah pejabat Kaltim lainnya.

Para penumpang yang berangkat mendapat kalungan bunga dari Isran Noor, sesaat sebelum memasuki garbarata.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mewujudkan adanya penerbangan langsung yang menghubungkan Samarinda dengan kota besar lainnya di Indonesia, ini," kata Isran.

Ia menegaskan bahwa Ibu Kota Kaltim yakni Samarinda saat ini sudah memiliki bandara yang representatif.

"Di Indonesia ini hanya Samarinda yang tak punya bandara besar, tapi kami sangat bersyukur hari ini sudah ada," ucap Isran.

Menurut Isran, adanya penerbangan langsung ini tak lepas dari peran pemimpin terdahulu. Baik Walikota Samarinda maupun Gubernur Kaltim sebelumnya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Almarhum Pak Achmad Amins, dan Pak Awang Faroek Ishak. Bandara ini karya manis dari pemimpin-pemimpin terdahulu," kata Isran.

Isran pun yakin Bandara APT Pranoto akan semakin ramai. Mengingat hampir 50 persen penumpang yang berangkat dari Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapapan, berasal dari Samarinda dan sekitarnya.

"Kepala Bandara melaporkan bahwa tadi load factornya 97 persen. Ini luar biasa. Karena, 60 persen kursi (pesawat) terisi saja maskapai sudah untung, apalagi 90 persen," kata Isran.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima Isran dari Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, landasan pacu APT Pranoto akan diperpanjang menjadi 2.500 meter, dari saat ini dengan panjang 2.250 meter.

"Perpanjangan landasan pacu ini supaya pesawat berbadan lebar seperti (Boeing) 777, atau Airbuss 320 seri 300 bisa mendarat," kata Isran.

Beroperasinya Bandara APT Pranoto secara otomatis akan memengaruhi jumlah penumpang yang akan terbang melalui Bandara SAMS Balikpapan.

Namun, menurut Isran, konsekuensi kemajuan pembangunan tersebut tak perlu dipersoalkan.

"Bandara Yogyakarta dan Solo saja berdekatan. Tak masalah. Memang pasti ada pengaruhnya dengan Bandara SAMS. Tapi nanti pasti ada penyesuaian-penyesuaian. Yang penting, kemajuan ini pasti akan membawa perubahan yang lebih baik," tegasnya.

Sumber : Antara