Pembangunan Infrastruktur Marak, Kebutuhan Semen Meningkat

Pembangunan Infrastruktur Marak, Kebutuhan Semen MeningkatIlustrasi perumahan. - JIBI
19 November 2018 08:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan proyek infrastruktur dan perumahan yang makin marak pada kuartal ketiga 2018 mencatatkan pertumbuhan positif pada bisnis Holcim Indonesia. Penjualan naik hingga 7,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Pada periode sembilan bulan pada 2018, Holcim mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7,2% atau Rp7,37 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Volume penjualan semen juga tumbuh 8% selama periode sembilan bulan atau melebihi pertumbuhan pasar yang baru mencapai 5%. Holcim meraih peningkatan laba kotor sebesar Rp1,2 triliun dengan margin sebesar 16,3%, meningkat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya (yoy).

Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk, Gary Schutz mengatakan pertumbuhan positif ini dipengaruhi permintaan pasar yang terus meningkat sejak kuartal kedua 2018. Kebutuhan akan bahan bangunan untuk proyek infrastruktur dan perumahan pada kuartal ketiga mendorong penjualan semen secara signifikan. Pasalnya jelang akhir tahun, banyak proyek infrastruktur yang dikebut untuk diselesaikan di masa anggaran 2018.

Gary menyebut perfoma yang baik di kuartal ketiga 2018 ini, berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan sebesar Rp2,921 triliun atau lebih tinggi 12% jika dibandingkan hasil kuartal ketiga 2017 (yoy) dengan volume semen yang terjual sebanyak 3 juta ton. Ia menjelaskan pencapaian dapat diraih sebagai hasil dari pertumbuhan pendapatan serta implementasi program efisiensi perusahaan yang terus berjalan. Sedangkan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang menghitung laba perusahaan sebelum dikurangi bunga utang dan pajak terutang yang harus dibayarkan kepada pemerintah juga mengalami peningkatan yang signifikan menjadi Rp501 miliar dari Rp378 miliar atau naik 32,5% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu (yoy).

Gary menambahkan kondisi kebutuhan pasar yang terus meningkat sejak kuartal kedua tahun ini, memberikan Holcim peluang untuk meningkatkan harga jual. Capaian yang diraih pada akhir tahun ini pun dapat maksimal. "Meskipun kondisi kelebihan pasokan masih terus berlanjut serta meningkatnya biaya energi, peningkatan laba operasional yang kami raih di kuartal ketiga mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengimplementasikan program efisiensi," katanya pada Minggu (18/11).