Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan DIY, optimistis akan mencapai target jumlah investor saham hingga akhir tahun nanti.
Kepala BEI DIY, Irfan Noor Riza mengatakan jumlah investor di DIY per September 2019 sebanyak 44.456 investor dan sekitar 35% dari jumlah tersebut adalah investor milenial atau investor muda. "Target kami untuk akhir Desember 2019 jumlah investor DIY di angka 45.000 investor. Kami optimistis jumlah tersebut akan tercapai. Kami ada serangkaian kegiatan untuk menumbuhkan inklusi pada Oktober-November 2019 ini," kata Irfan, Selasa (29/10).
Selain itu juga galeri-galeri investasi BEI di kampus-kampus juga banyak melakukan kegiatan inklusi sehingga diharapkan jumlah investor juga pastinya akan bertumbuh. Berbagai upaya-upaya lain juga dilakukan untuk mengejar target hingga akhir tahun nanti. Mulai dari memperbanyak kegiatan edukasi serta memperluas jaringan kerjasama, sebagai upaya untuk mengejar target pertumbuhan investor ini.
Animo masyarakat untuk mengetahui pasar modal juga meningkat. Biasanya program Sekolah Pasar Modal di kantor BEI DIY, didakan satu sampai dua kali tiap bulan, tetapi dalam dua bulan terakhir bisa diadakan hingga tujuh kali per bulan karena animo masyarakat yang meningkat. "Pertumbuhan galeri juga demikian. Kami berencana menambah tiga Galeri Investasi BEI baru lagi di perguruan tinggi di area kerja kami," katanya.
Kendala Kecil
Irfan mengatakan dalam mengedukasi mengenai investasi pasra modal, masih ada masyarakat yang beranggapan investasi ini termasuk judi, haram, sulit dan mahal. Karena itu, BEI tidak henti-hentinya membuat inovasi dalam kegiatan/program edukasi dengan harapan kendala atau anggapan masyarakat terhadap pasar modal menjadi positif dan kedepan diharapan kami semakin banyak masyarakat khususnya di DIY menjadi melek investasi di pasar modal.
Apalagi di Bulan Inklusi Keuangan 2019 ini atau Oktober, kuantitas kegiatan edukasi diperbanyak lagi dengan harapan semakin banyak menumbuhkan inklusi pasar modal khususnya di DIY. Diharapkan masyarakat tidak perlu takut untuk mulai belajar pasar modal supaya nantinya bisa sejahtera lewat pasar modal. Jangan hanya asing yang menikmati pasar modal.
"Marilah kita menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Marilah kita mulai mengoleksi saham dari perusahaan yang produknya kita nikmati sehari-hari. Pemerintah juga sangat mendukung kami. Dengan kampanye program Yuk Nabung Saham harapan kami akan bertumbuh investor pasar modal di Indonesia khususnya termasuk di DIY dan sekitarnya," katanya.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, mendorong masyarakat untuk memilih bentuk investasi yang benar. Jangan sampai terjebak pada investasi bodong.
“Kita terus berperang dengan orang-orang seperti itu [pelaku investasi bodong]. Itu teroris ekonomi Indonesia, artinya masyarakat dikorbankan sangat dahsyat. Banyak masyarakat kecil jadi korban, merusak sendi-sendir kehidupan masyarakat dibawah, untuk penipuan-penipuan berkedok macam-macam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.