KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, JOGJA — Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Meski begitu, ketersedian stok bahan pangan pokok di DIY diklaim aman dan terkendali.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (APSDA) Setda DIY, Yuna Pancawati mengatakan ketersediaan pasokan bahan pangan di DIY untuk menghadapi Nataru secara umum mencukupi.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, kata dia, juga sudah mengecek kondisi tersebut mulai pasar-pasar tradisional, pasar modern hingga distributor.
"TPID DIY terus memantau pasar-pasar di kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pangan di DIY menghadapi Nataru," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (15/12/2022).
Tidak hanya kepastian pasokan, lanjut Yuna, TPID juga memantau pergerakan kenaikan harga sejumlah komoditas.
BACA JUGA: Properti Dinilai Instrumen Investasi Paling Aman pada 2023, Ini Alasannya
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas selain faktor cuaca juga terjadi karena adanya permintaan yang tinggi di masyarakat. Dia mencontohkan, harga telur ayam yang bertahan tinggi di angka Rp29.000-Rp30.000 per kilogram (kg).
Selain telur ayam, TPID mencatat kenaikan harga pada komoditas lainnya seperti daging ayam, cabai rawit hijau, bawang merah dan putih serta beberapa komoditas lainya.
"Kenaikan harga pada beberapa bahan pokok ini terjadi karena Bantuan Pangan Nontunai [BPNT] sudah didistribusikan. Tetapi ini bukan karena kelangkaan bahan pokok ya tetapi lebih pada permintaan bapok yang meningkat," ujar Yuna.
Namun, seiring waktu berjalan, Yuna berharap harga beberapa bahan pokok tersebut kembali turun. Apalagi, kenaikan harga yang terjadi dinilai tidak terlalu tinggi atau masih terjangkau oleh masyarakat.
"Ya memang ada kenaikan harga tetapi untuk ketersediaan stoknya masih cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir dan membeli bapok [bahan pokok] sewajarnya saja," ujar Yuna.
Untuk mengendalikan kenaikan harga, lanjut Yuna, TPID DIY bersama pihak-pihak terkait terus menggelar operasi pasar di sejumlah titik. Kolaborasi dan sinergi antara TPID DIY dengan pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat membantu pengendalian inflasi daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Syam Arjayanti menjelaskan berdasarkan hasil pantauan data perkembangan harga rata-rata beberapa bahan pokok pangan di DiY, harga sejumlah komoditas di DIY masih fluktuatif.
"Ya untuk beberapa komoditas pangan, seperti bawang merah dan bawang putih harganya naik namun masih fluktuasi. Harga beberapa komoditas ada yang turun, seperti daging ayam broiler, cabai merah keriting dan cabai rawit merah," ujarnya.
"Untuk harga beberapa komoditas pangan lainnya, masih normal. Misalnya, beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam kampung, telur ayam, cabai merah besar, bawang putih sinco dan kedelai," katanya.
BACA JUGA: Jumlah Pesawat saat Libur Nataru Terbatas, Harga Tiket Akan Naik?
Berdasarkan pantauan Disperindag DIY, untuk harga bawang merah naik dari Rp31.000 menjadi Rp31.700 per kg. Meskipun mengalami kenaikan, harga tersebut masih di bawah harga acuan Rp32.000 per kg. Adapun harga bawang putih kating naik dari Rp23.300 menjadi Rp23.700 per kg.
Untuk harga daging ayam broiler, turun dari Rp35.000 menjadi Rp34.300 per kg atau masih berada di bawah HET Rp35.000 per kg. Komoditas cabai merah keriting juga turun dari Rp34.000 menjadi Rp33.000 per kg dan cabai rawit merah turun dari Rp42.700 menjadi Rp39.700 per kg.
Menurut Syam, Pemda DIY akan menggelar operasi pasar jika diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Rencana operasi pasar tersebut selain untuk menekan kenaikan harga juga untuk menahan laju inflasi.
"Ya kalau memang diperlukan kami siapkan operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat menghadapi Nataru," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.
Sultan meminta desa dan kampung wisata di DIY tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi menghidupkan potensi lokal dan memberi manfaat bagi warga.
Gaya hidup sehat makin populer, tetapi pengeluaran wellness perlu diatur agar tidak mengganggu tabungan, dana darurat, dan kebutuhan pokok.