OJK Sita 41 Aset Kasus BPRS GP Medan, Nilai Pembiayaan Rp15,47 Miliar
OJK menyita 41 aset kasus BPRS GP Medan terkait dugaan pembiayaan fiktif dan pencatatan palsu senilai Rp15,47 miliar.
Direktur Umum Perum Bulog Budi Waseso melakukan sidak stok beras di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin (28/8/2023). / Ni Luh Anggela
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog berencana meluncurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 1 kilogram bagi masyarakat yang tidak mampu membeli beras kemasan 5 kilogram.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), seusai melakukan sidak di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin (28/8/2023). “Bulog akan membuat packaging [kemasan] yang 1 kilogram. Jadi masyarakat yang nanti tidak bisa membeli yang 5 kilogram, kami akan memberikan yang 1 kilogram,” kata Buwas kepada awak media, Senin (28/8/2023).
Dia menyampaikan, beras kemasan 1 kilogram akan segera direalisasikan secepatnya. Nantinya, harga beras kemasan 1 kilogram itu akan dijual Rp9.450.
Buwas mengungkapkan, Perum Bulog sebelumnya telah memproduksi beras dengan kemasan 1 kilogram. Namun, kala itu banyak masyarakat yang tidak membutuhkan beras kemasan 1 kilogram sehingga Perum Bulog meniadakan beras dengan kemasan tersebut. “Tetapi sekarang mungkin butuh, itu bisa kami adakan lagi,” ujarnya.
BACA JUGA: Bapanas: Impor Beras Jadi Pilihan Pahit yang Terpaksa Dipilih
Kendati demikian, untuk sementara waktu pihaknya akan berfokus pada beras kemasan 5 kilogram karena saat ini, kemasan 5 kilogram banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
Adapun, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp47.000. Beras-beras ini bisa ditemukan di pasar rakyat maupun ritel modern.
Buwas menegaskan, Perum Bulog tidak lagi mendistribusikan beras dalam bentuk curah atau 50 kilogram mengingat pengalaman sebelumnya, harga beras menjadi lebih mahal di lapangan. “Sekarang bentuk packaging 5 kiloan, kami tidak lagi mendistribusikan dalam bentuk curah atau 50 kilo,” ucap dia.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK menyita 41 aset kasus BPRS GP Medan terkait dugaan pembiayaan fiktif dan pencatatan palsu senilai Rp15,47 miliar.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.