Penggantian Jembatan Kewek Melaju, Progres Sudah Tembus 13,5 %
Proyek penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja mencapai progres 13,54 persen dan melampaui target. Pembongkaran jembatan lama segera dilakukan.
Beras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut kenaikan harga beras lebih berdampak pada inflasi dibandingkan komoditas lain seperti bawang putih.
Berdasarkan catatan Disperindag DIY, harga komoditas bawang putih kating pada Senin (28/8/2023) Rp37.000 per kg dan sinco Rp32.500 per kg. Sementara beras premium mulai dari Rp10.900 per kg hingga Rp14.200 per kg.
"Kebutuhan bawang putih di rumah tangga enggak banyak. Beda dengan beras. Jika melonjak Rp500-1000 saja pengaruh ke inflasi cukup tinggi. HET medium [beras] Rp10.900 per kg dan premium Rp12.900. HET bawang putih Rp38.000 per kg," papar Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, Senin (28/8/2023).
Menurutnya berbicara tentang harga pangan, di lapangan kerap ditemukan lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab para pedagang mendapatkan pasokan sudah dengan harga yang tinggi, untuk memenuhi kebutuhan pasokan.
Baca juga: Beli LPG 3 Kg Pakai KTP, Disperindag DIY: Masih Menyiapkan Data
"Kalau dibilang [harga] ideal yang menentukan Kementerian, dari Kementerian pun ada dari berbagai pihak [sumber datanya]. Misalnya dari pertanian supaya petani gak rugi, dari sisi pedagang, distributor. Harus ada kajiannya, harus dihitung berapa dari petani sampai ke konsumen," paparnya.
Harga komoditas impor seperti bawang putih menurutnya harganya relatif. Sebab komoditas impor dipengaruhi stok dan harga global. Kondisi cuaca ekstrem di berbagai negara juga bisa mempengaruhi stok. "Pangan ini menjadi suatu hal yang harus diantisipasi sejak dini sejak lama sebenarnya, supaya lebih siap antisipasinya," kata Syam.
Upaya Disperindag dalam menjaga inflasi dilakukan dengan menggelar pasar murah. "Kalau untuk kayak beras, kami kerjasama dengan Segoro Amarto dan juga Sunmor kemarin minggu juga akan rutin dilaksanakan. Kerjasama dengan Pertanian [Dinas] yang keliling pasar-pasar murah, itu pakai subsidi dari Bapanas [Badan Pangan Nasional]."
Lebih lanjut dia mengatakan Disperindag juga terus melakukan pengawasan harga pangan. Menurutnya di beberapa pasar kerap terjadi disparitas harga mulai dari Rp500-Rp1.000. Sehingga jika masyarakat tahu informasi tentang harga yang murah makan akan membeli ke pasar yang murah. Ini menyebabkan pasar yang menjual komoditas dengan harga tinggi tidak laku. "Dari sisi pengawasan, jika harga sudah tinggi ya nanti kerjasama datangkan pasokan kerjasama dengan Bulog," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja mencapai progres 13,54 persen dan melampaui target. Pembongkaran jembatan lama segera dilakukan.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.