Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Pengusaha Wanti-wanti PHK
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Ilustrasi pinjol - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Platform financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) masih menunggu keterangan resmi dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) terkait dengan kasus dugaan korban bunuh diri nasabah AdaKami di Baturaja.
Sebagaimana keterangan yang disampaikan Kepolisian Resor (Kapolres) OKU Sumatra Selatan, Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss menyampaikan memang ada kasus bunuh diri dengan latar belakang masalah ekonomi, tetapi tidak ada berkaitan dengan pinjaman online (pinjol). Bahkan, Jonathan menuturkan hasil penyelidikan menunjukkan belum ada layanan ojek online atau pengantaran makanan melalui ojek online di wilayah tersebut. Adapun hingga saat ini, platform pinjaman online yang dinakhodai Bernardino Moningka Vega itu masih menunggu keterangan resmi atas investigasi yang dilakukan Bareskrim.
“Investigasi dipegang oleh Bareskrim. Jadi kami menunggu Bareskrim untuk membuat statement, jadi kami sejauh ini belum ada statement. Kami benar-benar menunggu dari Bareskrim,” kata Jonathan saat ditemui Bisnis.com di Jakarta, Sabtu (21/10/2023).
Baca Juga: Sempat Viral Dugaan Nasabah Adakami Bunuh Diri, Begini Kabar Terbaru dari OJK
Jonathan menyatakan AdaKami juga selalu menghubungi akun yang memviralkan kasus dugaan bunuh diri untuk meminta keterangan tambahan mengenai data dugaan korban bunuh diri yang beredar di media sosial X (dahulu bernama Twitter)
Pada saat pertemuan dengan perwakilan kuasa hukum akun viral tersebut, Jonathan mengatakan mereka belum bersedia memberikan informasi tambahan terkait kasus dugaan bunuh diri nasabah AdaKami. “Jadi memang belum ada konfirmasi apapun yang kita dapatkan. Tapi setiap hari kita selalu follow up untuk ajak ketemu lagi,” sambungnya.
Baca Juga: Biaya yang Dibayar Peminjam di AdaKami Besar tapi Tingkat Keberhasilan Pembayaran 99,83%
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menyatakan apabila berita viral mengenai korban bunuh diri yang diduga akibat tekanan debt collector (DC) AdaKami tidak terbukti atau merupakan berita palsu, maka asosiasi akan mengambil tindakan tegas terhadap pemilik akun.
“Hal ini penting untuk menjaga integritas industri. AFPI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sehat industri fintech lending dengan meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani, termasuk UMKM,” ujar Kus.
Adapun, Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega mengatakan bahwa kasus tuduhan ini sudah diserahkan kepada Kepolisian untuk melakukan investigasi independen. Berdasarkan hasil investigasi internal AdaKami, perusahaan juga tidak menemukan profil yang sesuai dengan gambaran korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 dikeluhkan pengusaha karena dinilai mengancam usaha, tenaga kerja, dan berpotensi memicu PHK.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.