Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA— Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menyampaikan satu UMKM yang berencana Initial Public Offering (IPO) tahun ini masih terkendala beberapa persyaratan. Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan kendala tersebut membuatnya menunda IPO dan dimungkinkan baru akan dilakukan tahun depan.
"Ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon emiten serta beberapa kendala yang menyebabkan mundurnya IPO yang rencana ditargetkan di akhir tahun ini," paparnya, Rabu (13/12/2023).
Beberapa kendala yang ada di UMKM di antaranya tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang manajemen keuangan, dan lainnya. Kendala terbesarnya kemungkinan adalah Kurangnya pemahaman tentang seluk-beluk proses go public.
"Untuk menyiapkan UMKM di DIY bisa go public, kami bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di DIY dimana salah satu wujud kerjasamanya adalah mendirikan inkubator UMKM di beberapa kampus perguruan tinggi di DIY yang bekerjasama," jelasnya.
Melalui inkubator ini, UMKM atau perusahaan rintisan (startup) binaan perguruan tinggi akan mendapatkan pemahaman mengenai dunia pasar modal. Serta mengetahui manfaat dan keuntungan melakukan IPO di pasar modal. Menurutnya BEI DIY akan berinkubasi bersama dan mengajak sebanyak mungkin UMKM di DIY agar dapat naik kelas dan akhirnya bisa go public.
"Kategori UMKM yaitu perusahaan yang masuk ke Papan Akselerasi memang belum ada di tahun ini," ucapnya.
BACA JUGA: BEI DIY Dorong UMKM Bisa Melantai di Pasar Modal
Akan tetapi, kata Irfan, untuk perusahaan kelas menengah, atau masuk Kategori Papan Pengembangan, ada satu perusahaan dari DIY yang berhasil IPO pada 30 November 2023 lalu. Perusahaan tersebut adalah PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM).
Perusahaan kelas menengah tersebut bergerak dalam bidang usaha peternakan dan rumah potong ayam, dan masuk dalam sektor barang konsumen primer.
"Semoga kedepan dari DIY akan segera bermunculan perusahaan-perusahaan yang IPO dari berbagai skala besar, menengah, maupun skala UMKM, sehingga pasar modal di DIY kedepan akan semakin bertumbuh," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan untuk kriteria/skala ketiga papan pencatatan salah satunya dari ukuran keuangan. Untuk Papan Utama adalah perusahaan yang setidaknya mempunyai Aktiva Berwujud Bersih minimal Rp100 miliar keatas.
Papan Pengembangan adalah perusahaan yang setidaknya mempunyai Aktiva Berwujud Bersih minimal Rp5 miliar keatas dan ada persyaratan lainnya sesuai dengan peraturan OJK.
Lalu Papan Akselerasi adalah papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari emiten dengan aset skala kecil atau ukuran keuangan sebagaimana yang dimaksud dalam POJK nomor: 53/POJK.04/2017.
"Kami menyebutnya adalah perusahaan yang masuk Papan Akselerasi. Termasuk UMKM dan Startup biasanya masuk di Papan Akselerasi ini. Di DIY ada 3 perusahaan yang masuk di Papan Akselerasi ini."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Cek jadwal Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat 25 September 2026. Simak jam kick-off, stadion, dan siaran langsung.
Lima tahun Holding Ultra Mikro BRI, Pegadaian, dan PNM melayani 33,8 juta debitur dan mendorong 2,3 juta debitur naik kelas.
Cara cek cuaca resmi BMKG bisa melalui situs, aplikasi Info BMKG, Instagram, X, Facebook, dan YouTube. Simak kanal resmi lainnya.
PSS Sleman kalah tiga kali beruntun di Super League 2026/2027. Pieter Huistra buka suara soal masa depannya di kursi pelatih.
Singapura, Thailand, Taiwan, dan India punya aturan ketat soal rokok dan vape. Simak batas rokok, larangan vape, denda, hingga sanksinya.