Harga Ayam dan Telur Naik, Dapur MBG Diminta Beli dari Peternak
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Farida saat melayani penjualan daging ayam di Pasar Beringharjo, Jumat (27/7/2018). /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JAKARTA — Sejumlah harga pangan mulai dari beras, cabai, daging ayam ras, dan daging sapi murni secara rata-rata nasional di pedagang eceran terpantau turun pada Jumat (3/1/2025).
Berdasarkan data yang tersaji dari laman resmi Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada pukul 09.15 WIB, rata-rata harga beras premium di tingkat pedagang eceran turun tipis 0,13% atau Rp20 menjadi Rp15.350 per kilogram.
Sama halnya dengan harga rata-rata beras medium yang menjadi Rp13.420 per kilogram dio pedagang eceran, hanya turun 0,37% atau Rp50.
Harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga terpantau turun 0,24% atau Rp30. Alhasil, rata-rata harga beras SPHP Bulog di pedagang eceran dibanderol Rp12.450 per kilogram.
Harga pangan lainnya, seperti cabai merah keriting turun 7,17% atau sebesar Rp3.700. Secara nasional, harga cabai merah keriting dibanderol Rp47.880 per kilogram. Harga rata-rata cabai rawit merah juga turun 2,74% atau sebesar Rp1.740 menjadi Rp61.690 per kilogram.
Harga rata-rata bawang merah turun tipis 0,59% atau Rp240, sehingga menjadi Rp40.580 per kilogram. Di sisi lain, rata-rata bawang putih bonggol merangkak 1,04% menjadi Rp42.850 per kilogram.
BACA JUGA: Atas Komando Prabowo, HPP Gabah dan Jagung di Tingkat Petani Naik
Lebih lanjut, Panel Bapanas menunjukkan harga rata-rata daging ayam ras di pedagang eceran yang turun 1,08% atau Rp410 menjadi Rp37.460 per kilogram. Senada, harga daging sapi murni juga turun 1,46% atau sebesar Rp1.970 menjadi Rp132.840 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras secara nasional naik tipis 0,03%. Pada pagi ini, telur ayam ras dibanderol Rp30.760 per kilogram secara nasional.
Kenaikan harga pangan juga terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana yang sedikit merangkak 0,16% menjadi Rp19.030 per liter. Sedangkan harga rata-rata minyak goreng curah turun 2,1% menjadi Rp17.270 per liter.
Data Bapanas menujukkan kedelai biji kering impor stabil atau di harga Rp10.390 per kilogram secara rata-rata nasional. Untuk jagung pakan di tingkat peternak harganya sedikit merangkak 4,93% atau Rp300 menjadi Rp6.390 per kilogram.
Selanjutnya, untuk harga rata-rata tepung terigu curah turun 2,21% dan dipatok Rp9.730 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Sementara itu, harga rata-rata tepung terigu kemasan (non-curah) juga melanjutkan tren penurunan sebesar 3,02% menjadi Rp12.520 per kilogram.
Untuk harga gula konsumsi di pedagang eceran turun tipis 0,28% menjadi Rp17.950 per kilogram secara rata-rata nasional. Harga rata-rata garam halus beryodium juga turun 4,26% menjadi Rp11.010 per kilogram.
Berikutnya, untuk pangan yang bersumber dari protein hewani mengalami harga yang beragam. Untuk harga ikan kembung di tingkat pedagang eceran mengalami kenaikan tipis 1,1% menjadi Rp38.640 per kilogram secara nasional.
Namun, harga rata-rata ikan bandeng turun 5,58% atau sebesar Rp1.880 menjadi Rp31.810 per kilogram. Serta, rata-rata harga ikan tongkol juga turun 4,42% atau sebesar Rp1.420, sehingga dibanderol Rp30.740 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.