Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Uang rupiah. - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah dalam perdagangan hari ini Rabu (23/7/2025) dibuka menguat Rp16.276 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.03 WIB, rupiah dibuka menguat 0,26% ke level Rp16.276 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke level 97,43.
Mata uang Asia lainnya dibuka bervariasi hari ini, yen Jepang menguat 0,08%, dolar Hong Kong stagnan, dolar Singapura melemah 0,02%, dolar Taiwan menguat 0,28%, dan won Korea Selatan menguat 0,15% terhadap dolar AS.
Lalu peso Filipina menguat 0,25%, rupee India melemah 0,08%, yuan China stagnan, ringgit Malaysia menguat 0,17%, dan baht Thailand melemah 0,01%.
Melansir Reuters, dolar sebelumnya sempat mengalami tekanan terhadap yen setelah AS mencapai kesepakatan tarif dagang dengan Jepang.
Dalam unggahannya di Truth Social, Donald Trump mengatakan tarif impor dari Jepang ditetapkan sebesar 15%, turun dari tarif 25% yang sebelumnya diperkirakan akan berlaku mulai 1 Agustus. Trump juga menambahkan bahwa negara Asia tersebut akan berinvestasi sebesar $550 miliar di Amerika Serikat.
“Jelas ada nuansa dovish yang tengah memengaruhi pasar saat ini terhadap dolar AS, dan kita juga melihat hal itu terjadi di pasar obligasi,” kata Michael McCarthy, Market Strategist Moomoo Australia.
Sebelumnya, Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menerangkan, penguatan rupiah terhadap dolar AS datang dari beragam sentimen. Pada tataran global, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 30% terhadap sebagian besar barang impor dari blok Uni Eropa.
Selain itu, ketegangan antara The Fed dengan Donald Trump, mengenai potensi penurunan suku bunga, juga menjadi fokus pasar. Ibrahim menilai, probabilitas menunjukkan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya.
Dari dalam negeri, kondisi ekonomi eksternal cenderung mempengaruhi kinerja perekonomian domestik. Sejumlah perlambatan ekonomi dunia, di negara-negara mitra dagang Indonesia, bakal berdampak pada kinerja ekspor nasional.
Rohit Garg, head of foreign exchange and rates strategy Asia ex-Japan Citigroup Inc., mengatakan rupiah diperkirakan mengalami reli hampir 2% terhadap dolar AS hingga akhir tahun ini.
Namun, dia merekomendasikan pelaku pasar untuk tetap netral sambil memperhatikan apa yang terjadi pada 1 Agustus 2025 saat tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai berlaku.
"Tetapi kami tetap melihat rupiah akan lebih rendah, mendekati Rp16.000 daripada lebih tinggi," tuturnya seperti dikutip Bloomberg, Selasa (22/7/2025).
Menurut Garg, apresiasi rupiah beberapa waktu terakhir didukung oleh komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga defisit APBN di bawah 3% dan rencana penggunaan SAL untuk menutup defisit APBN. Langkah itu dinilai telah meredakan kekhawatiran investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Petugas SPPG Pundungrejo muntah setelah mencicipi ayam rempah. Distribusi MBG ditarik dan 94 siswa SD Negeri 2 Jati tak menerima.
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.