Komisi 8%, Driver Grab Sebut Penghasilan Bergantung Pola Kerja
Mitra pengemudi Grab menyebut penghasilan usai kebijakan komisi 8% dipengaruhi pola kerja, jam operasional, dan kondisi permintaan order.
Dolar Amerika Serikat - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi tekanan berat jelang pekan depan. Mata uang Garuda diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring kombinasi sentimen global dan domestik yang belum mereda.
Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah 0,53% ke level Rp17.879 per dolar AS pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Tren pelemahan ini tidak terjadi sendiri, melainkan sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS.
Sejumlah mata uang regional tercatat mengalami depresiasi, seperti dolar Singapura, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, hingga peso Filipina. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap pasar keuangan di kawasan Asia. Meski demikian, beberapa mata uang seperti yuan China dan rupee India justru menunjukkan penguatan terbatas, menandakan adanya dinamika yang beragam di tiap negara.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik. Menariknya, tekanan ini terjadi meskipun dolar AS mulai kehilangan sebagian momentumnya akibat munculnya harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Namun, sentimen dalam negeri dinilai lebih dominan memengaruhi pergerakan rupiah. Kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia serta berlanjutnya arus keluar modal asing (capital outflow) menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar dalam beberapa waktu terakhir.
“Tekanan domestik masih cukup kuat, terutama terkait persepsi risiko fiskal dan keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia,” ujar Lukman.
Memasuki awal pekan depan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati sejumlah indikator penting dari dalam negeri. Data inflasi dan neraca perdagangan akan menjadi fokus utama investor untuk menilai ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
Jika data ekonomi menunjukkan kinerja yang solid, rupiah berpotensi mendapat sentimen positif. Namun sebaliknya, jika data tidak sesuai ekspektasi, tekanan terhadap rupiah bisa kembali meningkat dan mendekati batas atas proyeksi.
Situasi ini menempatkan rupiah dalam fase krusial. Di satu sisi, stabilitas global mulai menunjukkan sinyal perbaikan. Namun di sisi lain, tantangan domestik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi untuk menjaga kepercayaan investor.
Dengan dinamika tersebut, pergerakan rupiah dalam waktu dekat diperkirakan tetap volatil. Pelaku pasar pun diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mitra pengemudi Grab menyebut penghasilan usai kebijakan komisi 8% dipengaruhi pola kerja, jam operasional, dan kondisi permintaan order.
Swiss memiliki suku bunga 0% dan menjadi yang terendah dalam daftar. Bagaimana posisi Indonesia dengan suku bunga 5,75% pada Agustus 2026?
Mobil memasuki usia lima tahun? Cek tujuh komponen penting mulai dari ban, oli, kaki-kaki, aki hingga timing belt dan V-belt.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.