Advertisement

BPS Gelar Sensus Pertanian

Rabu, 13 Maret 2013 - 15:16 WIB
Jumali
BPS Gelar Sensus Pertanian

Advertisement

 

[caption id="attachment_387312" align="alignleft" width="120"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/03/13/bps-gelar-sensus-pertanian-387311/sensus-pertanian" rel="attachment wp-att-387312">http://images.harianjogja.com/2013/03/sensus-pertanian.jpg" alt="" width="120" height="120" /> ilustrasi[/caption]

Advertisement

JOGJA-Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menggelar sensus pertanian, Mei mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan kali kelima ini digunakan sebagai bahan perencanaan, implementasi kebijakan dan evaluasi program pembangunan pertanian.

Kepala Badan Pusat Statistik DIY Wien Kusdiatmono berharap sensus kali ini data pokok meliputi skala usaha dan input usaha pertanian, peternakan, dan kehutanan bisa dicapai. Adapun tema sensus kali ini adalah 'Menyediakan informasi untuk masa depan petani.

Menurut Wien, pelaksanaan sensus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan luasan dan keragaman cakupan data. Dijadwalkan Mei 2013, proses pencacahan lengkap usaha pertanian bisa dilanjutkan.

Sementara  survei pendapatan rumah tangga pertanian, masih kata Wien, dilaksanakan November. Sedangkan Oktober 2014,  digunakan untuk survei struktur ongkos komoditas pertanian strategis dalam setiap subsektor.

Adapun jumlah petugas sensus di DIY mencapai 4.700 orang. Dari jumlah itu, 624 di Kabupaten Kulonprogo, 1.429 di Kabupaten Bantul, 996 di Kabupaten Gunungkidul, 1.564 di Kabupaten Sleman dan 88 orang di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DP3AP2 DIY Dampingi Korban Kekerasan Daycare, Orang Tua Ikut Ditangani

DP3AP2 DIY Dampingi Korban Kekerasan Daycare, Orang Tua Ikut Ditangani

Jogja
| Minggu, 26 April 2026, 10:37 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement