HARGA BBM TURUN : Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Capai 6%

HARGA BBM TURUN : Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Capai 6%Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (JIBI/Harian Jogja - Dok.)
03 Januari 2015 02:20 WIB Redaksi Solopos Ekbis Share :

Harga BBM turun pada awal tahun diprediksi dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi dan mencapai enam persen.

Harianjogja.com, JOGJA - Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen pada tahun 2015, melebihi target yang dicanangkan sebelumnya, kata ekonom Universitas Gadjah Mada, Sri Adiningsih.

"Daya beli masyarakat yang bangkit kembali, ditambah kebijakan penghematan anggaran yang sudah ditempuh, saya kira akan efektif mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen," katanya, Jumat (2/1/2015).

Menurut Sri, kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM dan menurunkan harga BBM di kala harga minyak dunia turun, memiliki dua keuntungan yang berbeda. Pertama, yakni memperluas ruang fiskal untuk belanja produktif dan kedua, memulihkan kembali daya beli masyarakat.

Kendati demikian, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mampu melebihi target yang dicanangkan 5,8 persen pada tahun 2015, asalkan penyerapan penghematan anggaran untuk belanja produktif betul-betul mampu direalisasikan pemerintah.

"Penghematan anggaran sebesar Rp200 trilun itu harus bisa diserap untuk menyokong pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, serta belanja produktif lainnya," katanya.

Sementara itu, ia menyarankan, ke depan meskipun harga minyak dunia mengalami naik-turun, pemerintah harus mampu menjaga agar volatilitas (standar deviasi) harga tidak terlalu tajam.

"Kalau (harga premium) Rp8.500 per liter masih bisa diterima, tapi kalau sudah lebih dari itu tetap perlu dipertimbangkan kembali," kata dia.

Apalagi, kata dia, penurunan harga BBM bersubsidi tersebut juga tidak serta merta mampu memengaruhi harga komoditas serta jasa transportasi yang sudah terlanjur naik, akan turun kembali.

"Mengikuti pengalaman yang sudah ada, biasanya akan sulit (harga komoditas lainnya turun kembali). Apalagi upah pekerja rata-rata perusahaan kan juga sudah terlanjur naik," kata guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini.

Pemerintah secara resmi telah menurunkan harga BBM bersubsidi terhitung mulai 1 Januari 2015. Harga premium diturunkan dari Rp8.500 per liter menjadi Rp 7.600 per liter, harga solar dari Rp7.500 per liter menjadi Rp 7.250 per liter.