HARGA ELPIJI NAIK : Gas 12 Kg Mulai Diberlakukan, Bright Gas Menyusul

HARGA ELPIJI NAIK : Gas 12 Kg Mulai Diberlakukan, Bright Gas MenyusulJIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo BayuPetugas memperkenalkan produk Bright gas dalam kemasan tabung 12 Kg di atrium Solo Square, Jumat (7 - 3). Bright gas 12 Kg dijual dengan harga Rp 450.000,/ untuk tabung baru dan Rp 115.000,0 untuk refil sedangkan para konsumen gas elpiji yang ingin beralih ke Bright gas dapat menukarkan tabung biru secara gratis
05 Januari 2015 10:40 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harga elpiji naik untuk 12 Kg mulai diberlakukan 2 Januari 2015 pukul 00.00 WIB. Dalam waktu dekat, bright gas mengalami penyesuaian.

Harianjogja.com, JOGJA-PT Pertamina menaikkan harga elpiji 12 Kg sebesar Rp1.500 per Kg. Kenaikan harga tersebut berlaku sejak 2 Januari 2015 lalu. Sebelumnya, harga gas ukuran 12 Kg Rp114.900 per tabung. Saat ini, harga tabung gas non-subsidi tersebut naik sebesar Rp19.800 per tabung atau dipatok Rp134.700 per tabung.

Manager Humas Pertamina Operasi Pemasaran Regional IV Jatengdan DIY Robert Marchelino Verieza Dumatubun mengatakan, Pertamina memutuskan untuk menyesuaikan harga elpiji non-subsidi kemasan 12 Kg sebesar Rp1.500 per Kg terhitung sejak tanggal 2 Januari 2015 pukul 00.00 WIB.

"Harga gas 12 Kg sudah dilakukan penyesuaian kembali. Untuk harga bright gas nanti juga akan disesuaikan," ujarnya kepada Harianjogja.com, Minggu (4/1/2015).

Robert mengatakan kebijakan korporasi ini merupakan pelaksanaan roadmap penyesuaian harga elpiji 12 Kg sesuai dengan kaidah bisnis korporasi. Dengan begitu, harga jual elpiji 12 Kg, naik dari sebelumnya Rp9.575 per Kg atau Rp114.900 per tabung menjadi Rp11.225 per Kg atau Rp134.700 per tabung.

"Penyesuaian harga akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. September 2014, kami sudah menyesuaikan harga gas 12 Kg. Harga disesuaikan dengan harga pasar dunia elpiji. Dengan begitu, otomatis harga elpiji 12 Kg akan berfluktuasi," ujar Robert.

Untuk menjamin kelancaran pasokan kepada konsumen, jelasnya, Pertamina Region IV Jawa Tengah DIY memastikan ketersediaan suplai Elpiji di masyarakat baik untuk 12 Kg maupun 3 Kg. Selain sosialisasi, pihaknya juga melakukan peningkatan stok dimana status hari ini dalam kondisi aman di atas 16 hari.

“Kami juga melakukan optimalisasi jalur distribusi Elpiji melalui SPBU dan juga modern outlet,” jelasnya.

Sementara, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto menyatakan, pihaknya siap menjalankan kebijakan Pertamina dan mengikuti aturan yang ditetapkan. Pihaknya juga tidak mengkawatirkan adanya peralihan konsumen gas elpiji dari 12 Kg ke 3 Kg. Sebab, sambung Siswanto, baik gas tabung biru maupun Bright Gas sama-sama berisi 12 Kg. Dengan demikian, kemungkinan eksodus konsumen dari tabung gas 12 Kg reguler ke tabung gas 3 kg bersubsidi kecil.

“Kalau penjualan 12 Kg menurun akibat kenaikan harga itu wajar. Namun proses tersebut tidak akan lama dan semua akan kembali normal,” katanya.

Sekadar diketahui, jumlah konsumsi tabung gas Elpiji di DIY untuk setiap ukurannya berbeda-beda. Untuk gas ukuran 12 kg rata-rata terjual 160.000 tabung per bulan. Sementara, untuk penjualan bright gas (12 Kg) rata-rata 1.800 tabung per bulan. Adapun gas ukuran 3 Kg rata-rata terjual 86.000 tabung per hari.

Grafik


  • 10 September 2014 Pertamina menyesuaikan harga gas non subsidi 12kg sebesar Rp1.500 per Kg 

  • 2 Januari 2015 Pertamina kembali menyesuaikan harga gas non subsidi 12kg sebesar Rp1.500 per Kg 

  • Penyesuaian harga diperkirakan dilakukan tiga bulan sekali, tergantung fluktuasi harga gas dunia, yakni patokan contract price/CP Aramco.

  • Sebelum September 2014 harga gas non subsidi Rp6.069 per kg atau sekitar Rp73.000 per tabung

  • Pasca penyesuaian 10 September 2014 harga gas non-subsidi Rp7.569 per Kg atau sekitar Rp114.900 per tabung.

  • Mulai 2 Januari 2015 harga gas non subsidi disesuaikan sebesar Rp11.225 per Kg atau sekitar Rp134.700 per tabung.