PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto PUSAT BISNIS-Kawasan Solobaru kini dipenuhi dengan deretan Ruko dan menjadi salah satu pusat bisnis di Soloraya. Foto diambil Minggu (10/7).
Properti Jogja terkhusus ruko tak populer di DIY.
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah toko alias ruko di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak begitu populer. Pembangunannya tak segencar pengembangan kawasan perumahan.
Masyarakat yang masih membedakan lokasi hunian dengan ruang usaha membuat pengembangan ruko sedikit lambat. Adapun menurut pelaku usaha properti, ada banyak keuntungan yang didapat dari membeli ruko. Nilai investasinya disebut cukup besar.
"Ruko selain bisa menjadi hunian juga bisa menjadi ruang usaha. Biasanya, orang membeli Ruko untuk investasi karena dinilai menguntungkan untuk jangka panjang," ujar pemilik perusahaan pengembang Trust Property Jogja, Heri Prasetyo, Senin (23/3/2015).
Heri beralasan, banyak keuntungan yang bisa didapat konsumen ketika membeli Ruko. Pasalnya, harga properti paling tinggi umumnya berada di pinggir jalan. Artinya, bila pemilik Ruko ingin kembali menjualnya ia akan mendapatkan keuntungan besar.
"Selain itu, pemilik ruko masih bisa mendapatkan pemasukan kalau ruko itu disewakan," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan ruko di Jogja, pihaknya tahun ini menyediakan sebanyak sembilan unit. Sebanyak empat unit ruko berada di kawasan distrik Kasihan Bantul, empat unit di sekitar Pabrik Gula Madukismo dan satu unit di kawasan perdagangan dan jasa Pasar Telo Mergangsan, Jogja. Menurut dia, sebelum pembangunan selesai unit ruko yang ditawarkan habis terjual. Rata-rata setiap tahun, pihaknya menyediakan sepuluh hingga 12 unit Ruko dengan harga antara Rp750 juta hingga Rp950 juta.
"Sayangnya, kendala utama saat ini adalah harga tanah. Makanya, untuk menjalankan bisnis properti saat ini kami mengarahkan pengembangan ke Jogja bagian Barat termasuk untuk perumahan. Harga tanah di sana masih realistis," tutur Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Pakar UMY Rahmawati Husein mendukung optimalisasi PFB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Indonesia.
Operasional YIA kembali normal setelah erupsi Anak Krakatau sempat memicu penyesuaian hingga pembatalan penerbangan pada 6-7 September 2026.
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.