Advertisement
Indonesia Pasar Gim Terbesar di Asia Tenggara
Fasilitas untuk para gamer hadir secara lengkap di store Pitstop Computer Gaming Corner, IT and Cafe, Kamis (3/5). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan dalam tiga tahun ke depan pendapatan industri gim lokal setidaknya dapat mencapai 10% pangsa pasar gim di Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi pasar gim terbesar di kawasan ASEAN.
Mengacu pada data yang dirilis Newzoo tahun lalu, Kepala Bekraf Triawan Munaf menyebut total pendapatan dari sektor gim di Indonesia mencapai US$882 juta [Rp12,6 triliun], bahkan Indonesia ada di urutan ke-16 pasar gim terbesar di dunia dan jadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Advertisement
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 25 persen-30 persen year on year (yoy). Jika pertumbuhannya konsisten, diprediksikan nilai industri gim Indonesia dapat mencapai USD 1,82 miliar [Rp26,1 triliun] pada 2021,” kata Kepala Bekraf Triawan Munaf saat membuka gelaran Game Prime 2018 di Jakarta akhir pekan lalu.
Sayangnya, tambah Triawan, jika merujuk pada data Asosiasi Game Indonesia (AGI) pangsa para pengembang gim lokal masih amat kecil yakni di bawah 5%. Maka dari itu, Bekraf dan AGI maenargetkan pada 2021 mendatang industri gim lokal dapat mengejar setidaknya hingga mendapat porsi 10% dari pangsa pasar gim di Tanah Air.
BACA JUGA
Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari mengatakan mereka optimistis target tersebut dapat dicapai. Pasalnya saat ini dia melihat industri gim lokal makin menggeliat. Pun, upaya-upaya untuk mendongkrak industri terus dilakukan.
Hari menuturkan saat ini gim dan aplikasi menjadi salah satu subsektor prioritas di Bekraf, bersama industri film dan musik. Pada 2017, ada dana insentif khusus dari pemerintah untuk ketiga subsektor tersebut sebesar Rp6 miliar yang dibagikan mulai dari Rp50 juta hingga Rp200 juta.
“[Pembagian insentif] tahun lalu baru selesai, tahun ini ada lagi dengan jumlah yang sama,” kata Hari.
Selain itu, kata Hari, ada pula berbagai program yang diusung Bekraf misalnya Bekraf Developer Day yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Bekraf bekerja sama dengan Dicoding dan menggaet perusahaan teknologi besar seperti IBM, Microsift, Google dan Apple.
“Untuk distribusi juga kita bantu, kita bawa ke ajang-ajang internasional. Untuk dalam negeri juga kita bantu kenalkan seperti acara Game Prime ini kan,” tambahnya.
Sebagai salah satu penerima insentif, Founder Digital Happiness Rachmad Imron mengapresiasi langkah pemerintah. Meski secara jumlah nilainya tidak besar, kata dia, tetapi setidaknya Rachmad merasakan pemerintah turut hadir, termasuk membantu proses distribusi.
“Sudah kelihatan sinergi antar departemennya. [Game] kami kemarin dibawa juga ke US,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
RSUD Sleman Tegaskan Ambulans Relawan Tak Dikenai Tarif Parkir
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pulau Jawa Dominasi Laporan Penipuan Keuangan, Kerugian Capai Rp9,1 T
- Update Harga Emas: Antam Naik Tajam, UBS-Galeri24 Merosot
- Taspen Tegaskan Perlindungan Peserta Seusai Vonis Kasus Penipuan
- Puluhan Ribu Kopdes Merah Putih Ditarget Beroperasi April 2026
- Bulog Rancang Pembayaran Digital Gabah Petani Mulai 2026
- Pembiayaan Utang APBN 2026 Naik Jadi Rp832 Triliun
- Pidato di WEF, Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Lebih Kuat
Advertisement
Advertisement



