Advertisement
Kepala BPS DIY : Statistik Jogja Unik dan Menarik Diulik
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kendati angka kemiskinan DIY masih tertinggi di Pulau Jawa, Daerah Istimewa ini memiliki indeks kebahagiaan dan pembangunan pemuda tertinggi dibandingkan daerah lain. Keunikan inilah yang diakui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono yang membuat data statistik DIY selalu menarik untuk diulik.
Priyono mengakui Jogja memiliki sesuatu yang unik dibalik indeks data statistik yang selama ini diteliti oleh instansi ini. Tak dipungkiri dalam setiap paparan berita statistik yang dirilis setiap bulan, indikator apapun yang disampaikan tentang kota ini selalu menunjukkan data yang unik.
Advertisement
"Memang, DIY ini memiliki anomali indikator yang bisa dibilang unik. Inflasi memang relatif selalu terkendali, dibandingkan kota lain, kadang naik turun," ujar Priyono, Senin (16/7).
Meski indikator seperti kemiskinan dan ketimpangan yang ada di DIY masih relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Akan tetapi, indikator lain seperti indeks kebahagiaan maupun indeks pembangunan manusia yakni pemudanya, juga selalu lebih unggul dibandingkan daerah lain.
BACA JUGA
Kondisi ini cukup kontras, jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, di sisi lain angka kebahagiaan justru tinggi. Angka harapan hidup DIY yang tertinggi di Indonesia, pantaslah membuat banyak orang selalu ingin menetap lama di kota ini.
"Bahkan, indeks demokrasi Jogja ini tertinggi dari 34 provinsi. Memang Jogja ini unik," kata Priyono.
Salah satu daerah yang unik di DIY, yakni Kabupaten Kulonprogo. Kabupaten ini adalah satu dari dua wilayah yang tercatat memiliki angka kemiskinan tertinggi selain Gunungkidul. Namun pada setiap penelitian dan data di lapangan yang dilakukan stafnya, angka harapan hidup di Kulonprogo lebih tinggi dibandingkan Kota Jogja, Bantul, Sleman maupun Gunungkidul.
Padahal, jika dilihat dari infrastruktur yang ada di Kabupaten ini masih tidak jauh lebih baik dari Kota Jogja, Sleman maupun Bantul. Sebut saja infrastruktur pendidikan, masih jauh lebih banyak Sleman yang memiliki tujuh perguruan tinggi negeri dan sejumlah instansi pendidikan lainnya. Infrastruktur perekonomian serta infrastruktur kesehatan juga belum sebagus di kabupaten dan kota lain di DIY.
"Akan tetapi, derajat kesehatannya [Kulonprogo] tertinggi, kalau harapan hidup itu sebagai manifestasi dari derajat kesehatan seseorang. Saya sampai bilang, apa perlu diteliti ulang lagi, kira-kira salah data atau tidak ini," celetuk Priyono.
Bapak dua anak ini selalu memastikan metodelogi yang digunakan BPS dan seluruh jajarannya sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Bahkan, dia mengungkapkan dalam menghitung sejumlah indikator statistik di DIY, ketelitian terus ditekankan, sehingga selama dua tahun terakhir ini data yang disampaikan BPS selalu zero error.
"Kalau saya sering cerita ke teman-teman akademisi atau pengambil kebijakan, jangan-jangan memang tidak ada yang nge-klik dengan kultur Jogja. Akan tetapi, kami tetap harus menggunakan metode yang sama sesuai SOP yang ada," kata laki-laki kelahiran Jogja, 16 September 1959 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Dishub Gunungkidul Intensifkan Pengecekan LPJU Jelang Mudik Lebaran
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
Advertisement
Advertisement






