Advertisement
Menggali Pasar Ekspor Lewat Pameran Internasional
Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Guna menutup defisit neraca perdagangan, pemerintah berupaya mendorong ekspor. Upaya menggali pasar ekspor baru dilakukan pelaku industri kerajinan dan mebel melalui penyelenggaran pameran bertaraf internasional.
Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY Timbul Raharjo mengungkapkan dalam membuka potensi pasar baru, peran pemerintah mendukung pelaku industri ini sangat dibutuhkan. Terutama dalam membuka dan mempermudah akses informasi pasar dari luar negeri. "Selain itu, kami juga berupaya membuat pameran [kerajinan dan mebel] bertaraf internasional. Di Jogja sendiri ada Jiffina yang akan digelar pada Maret mendatang," ujar Timbul, Rabu (3/10).
Advertisement
Timbul mengakui tujuan utama ekspor mebel dan kerajinan masih didominasi Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di Benua Eropa. Kendati demikian, beberapa pasar baru juga mulai bermunculan seiring dengan semakin beragam dan menariknya produk mebel dan kerajinan yang dimiliki Indonesia, terutama dari DIY.
"Pasar baru yang sering muncul dari Eropa Timur dan Rusia. Ada juga dari Dubai yang mulai rutin memesan," ungkap Timbul.
BACA JUGA
Lebih lanjut Timbul memaparkan pasar baru yang masuk kebanyakan menyukai produk kayu yang natural, baik dari sisi bahan baku maupun teknik produksinya. Sedangkan selama ini untuk pasar AS, produk yang banyak diekspor cenderung mengarah pada desain artistik yang memiliki desain original.
"Melalui pameran, tak hanya akan mendatangkan buyer dari berbagai negara. Akan tetapi juga menjadi peluang untuk memperkenalkan inovasi produk baru," jelas Timbul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Mulai Februari, Beras SPHP Bisa Dibeli hingga 5 Pack
- Harga Emas Sabtu 17 Januari, Galeri24 dan UBS Menguat
- Harga Emas Antam Turun Rp6.000, Kini Rp2,663 Juta per Gram
- Investasi KEK Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun hingga 2025
- Harga Cabai Rawit Rp49.850 per Kg, Telur Rp32.100 per Kg
- Peluang Bisnis 2026 Modal Terjangkau, Ini Ide Usaha Paling Prospektif
Advertisement
Advertisement




