KPK Periksa Nusron Wahid 5 Jam, Dalami Dugaan Setoran di Kementerian ATR BPN
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Produk Sego Njamoer/ist-Sego Njamoer
Harianjogja.com, JOGJA—Merasakan pahit manisnya menjadi mahasiswa yang didera berbagai kesibukan kerap membuat mereka tidak memiliki pola makan teratur. Kerap kali mereka makan sembarangan asal kenyang. Melihat fenomena itu, sekelompok mahasiswa klaster teknik mencoba mengembangkan produk makanan praktis untuk para mahasiswa yaitu Sego Njamoer.
Enam orang mahasiswa Fakultas Teknik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur yaitu Mahendra Ega Higuitta, Rizki Aris Yunianto, Muhammad Baarik Khoiruman, Dega Adi Pratama, Ola Dwi Sandra Hasan dan Eka Rizkiyah Septianti berkumpul dan memulai usaha olahan nasi dengan lauk jamur.
Keenam mahasiswa ini tidak memiliki latar belakang pengetahuan kuliner. Awal mula ide bisnis mereka muncul ketika mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan. Ide ini kemudian didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dan resmi beroperasi pada 10 Oktober 2010.
Produk jamur dipilih karena saat itu Mahendra dan kawan-kawan sedang memiliki kegiatan pengabdian di sebuah pondok pesantren di Mojokerto terkait penyuluhan budidaya jamur.
Sejak saat itu, mereka berupaya memasarkan hasil panen petani jamur menjadi makanan praktis yang kaya gizi bagi mahasiswa. Hal ini mereka lakoni selaras dengan tagline Sego Njamoer yaitu Ada Doa Petani Jamur di Setiap Gigitannya.
Berniat awal membidik pasar mahasiswa, Sego Njamoer pun membuat makanan ini praktis nasi kepal seperti onigiri dari Jepang dan mengemasnya dengan kemasan berbahan kertas yang aman untuk makanan serta ramah lingkungan.
Kemasan ini semakin menguatkan Sego Njamoer sebagai produk mobile fast food. Hal ini dirasa lekat dengan kehidupan mahasiswa yang membutuhkan makanan praktis dan bisa dibawa sambil beraktivitas.
Awalnya mereka membuka gerai pertama di Kampus ITS Surabaya. Namun kini usaha ini sudah berbadan hukum dan berkembang melalui sistem waralaba dan menyebar di berbagai kota di Indonesia termasuk di Jogja.
“Sekarang sudah ada 65 mitra yang tersebar di 15 kota di Indonesia,” ujar Jaka Ardiansyah, General Manager Sego Njamoer kepada Harian Jogja belum lama ini.
Karena membuka sistem franchise atau waralaba maka suplai jamur untuk bisnis ini didapat dari petani jamur lokal. “Misal gerai di Jogja kami mendapatkan jamurnya dari petani yang berada di Jogja,” ujarnya. Dari enam orang, kini founder aktif hanya tersisa dua orang yaitu Mahendra Ega Higuitta dan Rizki Aris Yunianto.
Sego Njamoer tidak hanya menjual makanan nasi dan jamur saja, ada juga makanan lain yang diolah dari jamur menjadi sosis, pentol, dan siomay. Bahkan, untuk siomay, pentol, dan sosis tidak hanya disediakan secara matang, namun juga dalam bentuk makanan beku.
Masuk Jogja
Di Jogja, gerai Sego Njamoer dibuka oleh Ega Asnatasia Maharani pada Maret 2017. “Saya pribadi senang makan jamur. Terlebih, di Jogja juga enggak susah petani jamur,” jelas Ega belum lama ini.
Sistem waralaba bagi Ega memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positif yang didapatnya tentu saja karena kepercayaan pelanggan sudah melekat pada produk Sego Njamoer.
Namun, di sisi lain, ia perlu berhati-hati menjaga kepercayaan pelanggan agar komplain yang datang tidak memengaruhi mitra lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.
Dinkes Sleman mengimbau warga menerapkan PHBS dan mengenali gejala ISPA di tengah perubahan cuaca, terutama pada kelompok rentan.
Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki bentrokan di Pidie, Aceh, yang mengakibatkan satu warga meninggal dan 13 orang luka-luka.
MilkLife Kickers meraih dua kemenangan pada hari kedua Singa Cup 2026 setelah mengalahkan BMW 8-0 dan Fremantle City FC 5-1.