Advertisement
Big Data Analytics Optimalkan Layanan BPJS Kesehatan
Salah satu pembicara memaparkan materi tentang sistem jaminan sosial di negaranya dalam International Seminar Big Data Analysis for Improving Health Policy yang diselenggarakan BPJS Kesehatan di Grand Aston Hotel Yogyakarta, Rabu (7/11). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar seminar internasional bersama sejumlah negara yang memiliki penyelenggaraan jaminan sosial, khususnya di bidang kesehatan. Tema besar yang diangkat dalam seminar ini terkait dengan pengelolaan big data di era digital dalam mengoptimalkan penyelenggaraan Program JKN-KIS.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menambahkan big data analytics ini telah membuka era baru untuk meningkatkan pelayanan dan menyelesaikan masalah di bidang kesehatan. "Indonesia sedang menjadi laboratorium, yang mana orang belajar tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan masyarakat. Seminar ini menjadi bagian dari sharing informasi, terutama tentang big data analytics yang diangkat menjadi tema utama," ungkap Fachmi di sela-sela acara International Seminar Big Data Analysis for Improving Health Policy di Grand Aston Hotel Yogyakarta, Rabu (7/11).
Advertisement
Fachmi memaparkan banyak institusi pelayanan kesehatan dan berbagai negara yang telah menguji coba pemanfaatan big data analytics, serta berhasil menyelesaikan masalah dasar dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan. Antara lain dalam mengurangi re-admisi, meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan mutu pelayanan.
Kendati demikian, ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan secara matang dalam menggunakan big data analytics untuk pelayanan kesehatan. Menurut Fachmi, big data analytics harus dipersiapkan secara sistematis dan berkualitas baik.
BACA JUGA
"Kami berharap, seminar ini dapat memberikan ruang untuk bertukar gagasan dan menggali lebih dalam optimalisasi big data untuk penyelenggaraan program jaminan sosial di masing-masing negara," jelas Fachmi.
Tokoh Dunia
Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengatakan seminar ini menghadirkan pembicara tokoh-tokoh asuransi atau jaminan sosial di bidang kesehatan. "Termasuk dari Inggris yang merupakan negara tertua dalam penyelenggaraan asuransi sosial masyarakat, terutama bidang kesehatan, yakni dari The National Health Service [NHS] England," ujar Bayu
Bayu memaparkan seminar ini digelar dengan menggandeng Joint Learning Networking (JLN), yakni suatu jaringan komunikasi organisasi yang bergerak di bidang asuransi, khususnya kesehatan. Organisasi ini beranggotakan kurang lebih 15 negara. Pembicara yang hadir antara lain dari The National Health Service (NHS) England, National Health Insurance Service (NHIS) South Korea dan National Health Insurance Scheme (NHIS) Ghana.
Dalam kegiatan ini, para delegasi penyelenggara jaminan sosial di bidang kesehatan dari berbagai negara menyampaikan pengalaman dan penggunaan data kepesertaan yang besar ini. Bayu mengungkapkan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan sosial kesehatan masyarakat yang baru empat tahun ini beroperasi telah merangkul lebih dari 205 juta peserta.
Berbagai strategi dan upaya dilakukan BPJS Kesehatan agar pada 2019 mendatang dapat merangkul 263 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
"Melalui sistem online, tentu peserta akan mudah mengakses informasi, selain itu, supaya peserta juga tidak menumpuk di fasilitas kesehatan, termasuk penyelesaian klaim rumah sakit," jelas Bayu.
Sampai dengan 1 November 2018, jumlah peserta JKN-KIS mencapai 205.071.003 jiwa, atau telah mencakup hampir 80% dari total populasi Indonesia. Sementara dalam hal memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan sama dengan 22.194 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.456 rumah sakit, termasuk di dalamnya klinik utama di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Overtime Cafe Kulonprogo: Ngopi dan Pickleball Hits
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Di Forum AS, Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang
- Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonom Soroti Ancaman Mobilitas
- Bukber di Kulonprogo, Santap Kambing Guling dengan View Bandara
- Promo Bright Gas Ramaikan Kampoeng Ramadan Jogokariyan 2026
- Menperin: Produksi Pikap Mampu Penuhi 70.000 Unit, Potensi Rp27 T
- BI Yakin Inflasi Ramadan 2026 Terkendali di Target 2,5 Persen
Advertisement
Advertisement







