Penyaluran KUR di DIY Terus Didorong

Penyaluran KUR di DIY Terus DidorongIlustrasi kredit usaha rakyat. - Ist./goukm.id
26 November 2018 12:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di DIY diprediksi akan mencapai target. Terhitung dari target Rp2,5 triliun, pada Oktober lalu penyaluran KUR mencapai Rp2,4 triliun.

Upaya untuk mendorong akses KUR oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) selalu dilakukan. Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Untung Nugroho mengatakan KUR sebagian besar diakses pelaku usaha kelas menengah.

"Namun, kami juga mendorong pelaku usaha di sektor mikro untuk bisa memajukan bisnisnya melalui pembiayaan mikro seperti program pembiayaan UMi [Ultra Mikro], serta bentuk-bentuk progam pembiayaan untuk usaha yang skalanya lebih kecil, seperti melalui Bank Wakaf," ujar Untung ditemui di sebuah acara, Minggu (25/11).

Untung memaparkan upaya mendorong UMKM di kelas mikro masih menjadi pekerjaan rumah. Terlebih akses perbankan masih belum bisa dicapai sektor usaha ini. Salah satu kendalanya karena jaminan atau agunan yang menjadi salah satu persyaratan mutlak perbankan.

Selain itu, pembiayaan untuk sektor mikro masih cukup rawan risiko atau nonperfomance loan (NPL) yang masih relatif tinggi. Untung mengungkapkan persoalan pembiayaan usaha sebagian besar dialami pada sektor menengah ke bawah.

"UMKM yang tidak eligible ini mesti didorong, terutama diperlukan campur tangan dari pemerintah. Karena bank tidak bisa dipaksa untuk memberikan pinjaman, risikonya tinggi kalau ada kredit macet," jelas Untung.

Untung menambahkan untuk tingkat NPL perbankan DIY masih relatif cukup stabil yakni di kisaran 3%. Sedangkan untuk NPL UMKM masih berkisar antara 5%-6%. Kendati demikian belum lama ini konsistensi Pemda DIY dalam mendorong penyaluran KUR diapresiasi pemerintah.

"Pemdanya dinilai aktif melakukan pendataan kepada calon-calon nasabah potensial untuk dibantu pembiayaannya melalui KUR," papar Untung.

Debitur Potensial

Hal senada disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Setda DIY Sugeng Purwanto. Penghargaan sebagai daerah yang komitmen mendorong UMKM, ditunjukkan dengan terus meningkatnya jumlah debitur KUR potensial setiap tahunnya.

Sugeng mengungkapkan pada 2016, jumlah nasabah debitur DIY yang potensial untuk mendapatkan akses pembiayaan baru sekitar 5.000 nasabah potensial. Namun, seiring dengan gencarnya pendataan yang dilakukan di setiap kabupaten dan kota, pada 2017 jumlah nasabah debitur potensial mencapai 35.000 nasabah.

"Kami terus komitmen dalam upaya menyalurkan pembiayaan supaya UMKM di DIY juga dapat terus maju. Penyaluran KUR pada tahun ini ditargetkan tercapai Rp2,5 triliun, tetapi per Oktober lalu sudah mencapai Rp2,4 triliun ini pencapaian yang cukup baik," jelas Sugeng.