Suzuki Memimpin Pasar Pikap, Pesaing Siap Rebut Pasar

Suzuki Memimpin Pasar Pikap, Pesaing Siap Rebut PasarSejumlah mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (22/10/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
30 November 2018 12:10 WIB Thomas Mola Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Suzuki kian memantapkan posisi sebagai penguasa pasar pikap, sementara Mitsubishi dan Daihatsu mencatat penjualan yang bertumbuh. Persaingan di segmen kendaraan komersial ini makin ketat dengan kehadiran produk baru.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pengiriman pikap ke diler (wholesales) selama 10 bulan pertama 2018 bertumbuh 11,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 119.082 unit.

Suzuki, dua model andalannya yakni Carry dan APV, berhasil mengumpulkan penjualan terbanyak, dengan angka pertumbuhan 22,3% dengan penjualan 44.861 unit. Carry berkontribusi 69% terhadap penjualan pikap Suzuki. Secara wilayah, Jabodetabek berkontribusi sangat signifikan terhadap penjualan Carry.

Berbeda dengan Suzuki yang tumbuh di atas pasar, penjualan dua pemain yang memiliki pangsa cukup besar yakni Mitsubishi dan Daihatsu hanya tumbuh tipis, masing-masing 1,54% dan1,66% dengan penjualan 30.710 unit dan 35.671 unit.

Namun, model paling laris masih dipegang oleh Daihatsu, yakni Grand Max.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan bahwa permintaan terhadap truk pikap Grand Max masih tetap kuat, terutama untuk tipe blind van, namun produksi dan pasokannya terbatas.

“Penjualan Grand Max tumbuh lebih kecil dari pasar. Ada ketidaksesuaian antara permintaan dan produksi,” tulisnya kepada Bisnis, Kamis (29/11).

Daihatsu memiliki dua model pikap, yakni Grand Max dan Hi Max. Motor penjualan pikap Daihatsu adalah Grand Max yang berkontribusi 99% terhadap penjualan kendaraan niaga kecil ini.

Amelia menuturkan, untuk mengantisipasi permintaan blind van yang meningkat, Daihatsu berupaya meningkatkan produksi. Blind van mayoritas digunakan oleh perusahaan penjualan daring dan logistik untuk mengirimkan barang ke konsumen.

Isuzu & DFSK Naik Daun

Produsen lain yang mencatatkan kenaikan penjualan pikap ialah Isuzu dan DFSK. Kedua pemain ini mampu menggandakan pertumbuhan penjualan pikap tahun ini berkat kehadiran varian baru.

Isuzu Traga yang diperkenalkan pada triwulan I/2018 mampu 2.187 unit sepanjang 10 bulan pertama tahun ini atau berkontrusi 68% terhadap penjualan pikap Isuzu 3.239 unit.

M Sales PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohanes Pratama mengatakan, Traga merupakan produk global yang diperkenalkan pertama kali di Indonesia. Kendaraan tersebut mendapat sambutan positif dari pasar karena menawarkan daya angkut yang lebih besar.

“Traga ini pembelinya berpikir efisiensi, dan ini paling efisien dan ini paling luas [bak belakang]," klaimnya. Dia optmistis penjualan Traga pada akhir tahun ini diprediksi menyentuh 3.100 unit karena menyasar konsumen fleet, ritel dan pemerintah.

Penjualan Traga ditopang oleh permintaan dari sektor logistik, pemerintahan untuk kendaraan pengangkut sampah, hingga distributor toko galon air, dan toko bangunan.

Pemain lain yang cukup agresif pada segmen pikap ialah DFSK. Pabrikan asal China ini telah menawarkan lima varian pikap tahun ini. Padahal tahun lalu, DFSK hanya memiliki tiga tipe pikap.

Co-CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus mengatakan, penjualan kendaraan komersial DFSK sangat baik sejalan dengan permintaan yang pasar kendaraan pikap yang meningkat. Sepanjang 10 bulan pertama 2018, pikap DFSK Super Cab telah dikirimkan ke diler 495 unit, naik dari posisi tahun lalu yang hanya 68 unit.

“Pikap penjualannya bagus, karena untuk komersial bagus, sampai hari ini kami cukup puas dengan penjualan kami. Kami strateginya tidak mau menjual kalau aftersales kami bermasalah, sehingga kami akan tambah jaringan diler kami,” ujarnya baru-baru ini.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia