Libur Nyepi, Lonjakan Penumpang Kereta & Pesawat Mulai Terlihat

Libur Nyepi, Lonjakan Penumpang Kereta & Pesawat Mulai TerlihatPengunjung melihat-lihat koleksi buku yang ada dalam Book Fair di Lobi Utama Stasiun Tugu Jogja, Minggu (18/11). Kegiatan ini diadakan serentak di seluruh stasiun di Indonesia pada 14-18 November 2018. - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
08 Maret 2019 08:31 WIB Salsabila Annisa Azmi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan penumpang jelang libur panjang akhir pekan sudah mulai terlihat Rabu (6/3) malam di Stasiun Tugu, Jogja dan Bandara Adisutjipto, Jogja. Meskipun belum dapat dipastikan jumlah peningkatan penumpang, penumpang yang datang ke Jogja diperkirakan adalah orang-orang yang kembali ke kampung halamannya.

Manajer Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto, mengatakan secara kasat mata lonjakan penumpang yang datang ke Jogja sudah terlihat sejak Rabu (6/3) malam. "Mayoritas kereta api sudah full membawa penumpang baik itu ke Jogja maupun ke luar Jogja, kebanyakan penumpang yang datang dari jurusan Jakarta-Jogja," kata Eko saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (7/3)

Eko mengatakan penumpang dari jurusan tersebut mayoritas adalah para pekerja yang memutuskan pulang kampung ke Jogja saat libur panjang kali ini. Sementara, lonjakan arus mudik pekerja juga terlihat dari kereta jurusan Solo-Jogja.

Sementara lonjakan penumpang ke luar Jogja paling banyak ditemukan pada kereta jurusan Bandung dan Surabaya. Diperkirakan para penumpang yang keluar dari Jogja mayoritas bertujuan untuk wisata. "Tetapi data lonjakan penumpangnya belum kami rekap, baru akan kami rekap nanti pukul 00.00 malam," kata Eko.

Humas Angkasa Pura I Yogyakarta, Rio Hendarto, mengatakan dipastikan pada libur panjang kali ini terjadi lonjakan okupansi pesawat di Bandara Adisutjipto Jogja. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengambilan cuti pekerja mulai Jumat (8/3). "Tetapi kami belum tahu data peningkatan penumpangnya, baru mau kami rekap besok," kata Rio.

Demi mempersiapkan lonjakan okupansi pesawat, pihak bandara memperketat keamanan dan mempersiapkan semua layanan bandara semaksimal mungkin. "Kalau untuk okupansi pesawat, semua maskapai sudah mempersiapkan penambahannya," kata Rio.