Pembangunan Stasiun Wojo Capai 85%

Pembangunan Stasiun Wojo Capai 85%Petugas mengecek perkembangan renovasi Stasiun Wojo oleh PT KAI Daop 6 pekan lalu./ Ist - PT KAI Daop 6
22 Maret 2019 06:17 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Stasiun Wojo di Dadirejo, Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah terus dipercantik dan direnovasi untuk menyambut operasional minimum bandara baru di Kulonprogo. Proses pembangunan diperkirakan selesai akhir Maret 2019.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Eko Budiyanto mengungkapkan progres pembangunan Stasiun Wojo sampai saat ini sekitar 85%. "Pembangunan terus dilakukan dan sudah hampir selesai," kata dia kepada Harian Jogja di Kantor PT KAI Daop 6, Jogja, Kamis (21/3).

Eko menjelaskan progres 85% itu terdiri sudah adanya penambahan sepur di stasiun dari yang semula dua menjadi tiga lajur.

Selain itu, progres pembangunan termasuk pembuatan kanopi, ruang transit, pengaspalan jalan, pembangunan taman, area parkir, dan tempat penjualan tiket. "Saat ini masih dilakukan pengecatan. Proses pembangunan ini diharapkan selesai pada 31 Maret 2019," kata dia.

Terkait dengan kereta api yang dialokasikan untuk mengangkut penumpang pesawat, PT KAI masih menunggu jadwal penerbangan di bandara baru tersebut. "Jamnya berapa saja, KAI siap. KA yang match [cocok] jam operasionalnya dengan jadwal penerbangan akan diberhentikan di Stasiun Wojo. Ada KA eksekutif, Prambanan Ekspres [Prameks], dan Solo Ekspres," ujar dia.

Eko mengungkapkan saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan di bandara baru. Jadwal itu menunggu kepastian pelaksanaan operasional minimum bandara. "Kalau sudah dapat jadwal, kami akan melakukan perubahan grafik perjalanan KA yang dicocokkan dengan jadwal itu," kata dia.

Ia mengungkapkan ke depannya selain memanfaatkan Stasiun Wojo, juga akan dibangun jalur kereta api dari Kedundang, Temon, Kulonprogo ke bandara ketika pengoperasian penuh.

Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengungkapkan untuk pembuatan jalur kereta api dari Kedundang ke bandara, Pemda DIY akan mengeluarkan izin penetapan lokasi (penlok) akhir Maret ini. "Kementerian Perhubungan sudah minta izin untuk penetapan lokasi. Ahkir bulan ini. Penlok kan enggak ujug-ujug. Harus ada sosliasasi dulu ke masyarakat. Dan kalau ada pembebasan lahan ya pembebasan lahan," kata dia. 

Sarana Pendukung

Mengenai progres pembangunan bandara, Gatot mengaku sampai saat ini belum mendapatkan informasi terbaru. Pembangunan sarana pendukung, menurutnya, masih semangat untuk diusahakan bisa operasional minimum 7 April 2019. Tim advance pun masih berada di lokasi pembangunan dan akan melakukan pengecekan hingga 2 Maret 2019.

"Tetapi, sekarang ini mereka belum menyampaikan apa-apa. Mestinya AP akan melapor. Enggak tanggal 7 kan enggak apa-apa to? Kami mendesak [AP], mana janjimu 7 April. Kalau tidak [7 April] ya biar mereka [AP] yang bilang, bukan saya," ujar dia.

General Manager PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama mengatakan progres pembangunan bandara di Kulonprogo sudah melebihi 86% untuk mecapai target minimum operasional pada April 2019. Pihaknya bekerja sama dengan DAMRI menyediakan bus shuttle yang akan mengangkut penumpang dari Stasiun Wojo ke bandara dan sebaliknya. "PT KAI telah menyiapkan kereta api dan gerbong-gerbong yang akan berhenti di Stasiun Wojo untuk mengangkut penumpang," kata dia.