Penyesuaian Tarif Jasa Pengiriman Belum Berefek

Penyesuaian Tarif Jasa Pengiriman Belum BerefekBooth JNE di FKY - Ist/JNE
30 Maret 2019 12:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penyesuaian tarif pengiriman barang oleh perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) pada Kamis (21/3) yang lalu belum terlihat bagaimana dampaknya. 

“Belum terlihat karena kan baru sepekan [penyesuaian tarif]. Memang akan ada evaluasi pekan depan, ada rapat untuk regional DIY Jateng,” kata Kepala Cabang JNE Jogja, Adi Subagyo, kepada Harian Jogja, Jumat (29/3).

Lebih lanjut dijelaskannya penyesuaian tarif ini melihat kondisi yang dinamis, perubahan-perubahan variabel biaya pengiriman sehingga dapat menyesuaikan, yang sebelumnya telah dilakukan jasa ekspedisi lainnya.

Meski begitu diungkapkannya penyesuaian ini bukan berarti tarif naik saja, tetapi ada beberapa layanan yang justru turun tarifnya. Dicontohkannya untuk tarif yang mengalami kenaikan yaitu tarif premium untuk pengiriman ke Jakarta yang semula Rp30.000 menjadi Rp38.000. Sementara untuk reguler turun, yang semula Rp19.000 menjadi Rp16.000.

“Ini kami sudah mengolah berbulan-bulan kira-kira bisa tambal sulam dimana kalau pengiriman intensitas banyak, frekuensi sering, volume besar kami usahakkan tidak naik,” ucapnya.

Penyesuaian tarif pengiriman atau ongkir JNE kali ini, baik kenaikan maupun penurunan secara nasional di semua produk layanan, yang akan berlaku rata–rata sekitar 19%.

Saat ditanya ada kekhawatiran JNE dengan tarif ini bisa mengurangi minat konsumen melakukan pengiriman barang melalui JNE, ia mengungkapkan dalam mengemban amanah pengiriman paket seluruh pelanggan, faktor kualitas pelayanan adalah yang utama bagi JNE. Karena itu, penyesuaian tarif ini untuk meningkatkan pelayanan.

Salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pembuatan boneka rajut, Nurlaini mengatakan penyesuaian tarif ini belum begitu terasa dampaknya. Sebab tidak seluruh tarif naik, namun ada yang turun.

“Kalau saya tidak begitu pengaruh. Ongkir [Ongkos kirim] ditanggung pembeli, jadi mungkin pertimbangan tersendiri bagi pembelinya, tetapi sejauh ini masih aman,” ucapnya.