Advertisement
Akurasi Data Diperlukan untuk Kebijakan Impor
Ilustrasi pedagang bawang putih di Pasar Gentan Sinduharjo, Kecamatan, Ngaglik, Kabupaten Sleman - JIBI/HarianJogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pengamat Ekonomi dari UGM, Prof. Mudrajad Kuncoro mengatakan dalam pengambilan kebijakan import harus benar-benar dipastikan data yang ada, termasuk bawang putih yang sempat direncanakan ada tambahan impor. Apalagi isu ini rawan ditunggangi kepentingan politik di tahun ini.
“Pertanyaan sekarang secara domestik apakah defisit bawang putih atau tidak gitu. Jadi dari Kementerian Pertanian apakah punya data yang menunjukan sehingga harus impor,” ucap Mudrajad, kepada HarianJogja, Selasa (9/4).
Advertisement
Ia mengucapkan jangan sampai impor hanya untuk kepentingan pihak tertentu. Menurutnya, harusnya dilihat masing-masing daerah apakah benar semua defisit atau ada yang surplus, dan secara nasional apa benar defisit.
Jika ada surplus suatu daerah dan daerah lain defisit menurutnya cukup kerja sama antardaerah untuk mengatasi masalah itu, tidak perlu impor. Dikhawatirkannya jika dilakukan impor tanpa ada data yang jelas berapa produksi, konsumsi, berapa defisit, ada kepentingan politik.
BACA JUGA
“Jika ada perintah impor siapakah importirnya apa ada kaitanya dengan parpol. Sekarang kan musim kampanye apa terkait sponsor pasangan nomor satu atau dua, atau membiayai caleg tertentu dikupas lebih dalam,” ucapnya.
Tergantung Pusat
Kepala Perum Bulog Divre DIY, Rini Andrida mengungkapkan terkait dengan rencana impor, dia masih menunggu dari Pemerintah Pusat. Sebab Bulog adalah eksekutor dan pemegang kebijakan tertinggi ditentukan oleh kementerian terkait.
“Kalau di Jogja terkait impor bagaimana kantor pusat menetapkan kebijakan tersebut. Kami akan mengekesekusiya di Jogja. Setelah itu ada alokasi-alokasi sesuai kebutuhan daerah dan ketersediaan juga,” ucapnya.
Berdasarkan informasi terkahir, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menyampaikan impor bawang putih yang ditugaskan kepada Bulog hanya saat kondisi mendesak. Sementara itu saat ini ketersediaan bawang putih dinilai masih mencukupi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan guna menekan harga bawang putih di pasaran agar tidak melonjak menjelang Lebaran tahun ini, pemerintah resmi menugaskan Bulog untuk mengimpor komoditas pangan tersebut sebanyak 100.000 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Selat Hormuz Lumpuh, Industri Plastik RI Berburu Bahan Baku ke Afrika
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya
- 133 Barang Tertinggal di KAI Jogja Saat Lebaran 2026
- Sensus Ekonomi 2026 DIY Libatkan AI, Ini Dampaknya
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
- Harga Plastik Naik Tajam Imbas Penutupan Selat Hormuz
- Beras SPHP 2 Kg Masih Didesain, Mentan Siapkan Distribusi Cepat
Advertisement
Advertisement







