Kiat Mencapai Kebebasan Finansial untuk Milenial

Kiat Mencapai Kebebasan Finansial untuk MilenialIlustrasi - Accessjoyofbusiness
28 April 2019 06:57 WIB Reni Lestari Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Banyak orang mendambakan kebebasan finansial yang memungkinkan seseorang tetap mendapatkan penghasilan meski sudah tidak bekerja. Namun ternyata definisi financial freedom diartikan berbeda oleh sejumlah kalangan.

Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Client Growth Commonwealth Bank mengatakan, ada yang mengartikan kebebasan finansial sebagai kondisi bebas utang, atau bisa pula memiliki kekayaan yang dapat mencukupi kebutuhan dan keinginan.

Ivan sepakat bahwa seseorang telah mencapai kebebasan finansial jika dia sudah tidak memiliki utang dan tak perlu bekerja namun penghasilan tetap mengalir.

Namun demikian Ivan menegaskan, financial freedom hanya akan menjadi jargon atau impian saja apabila tidak dikaitkan dengan tujuan finansial. Menurutnya sangat penting untuk menentukan tujuan finansial, kemudian menentukan strategi yang tepat untuk mencapainya.

Misalnya, berutang bukanlah sesuatu yang dilarang, namun porsinya sebaiknya dibatasi maksimum 30 persen dari pendapatan rutin. Selain itu, alangkah baiknya apabila utang tersebut untuk tujuan yang produktif, contoh untuk cicilan pembelian bahan baku atau alat produksi dan bukan untuk tujuan konsumtif.

Sebagai tujuan jangka panjang, ada empat langkah yang bisa ditempuh untuk mencapai financial freedom. Pertama, ciptakan pendapatan pasif. Misalnya, berupa bunga dari deposito ataupun keuntungan dari investasi reksa dana. Kedua, atur pengeluaran.

"Minimum 20 persen dari pendapatan harus ditabung, sisanya untuk keperluan sehari-hari," kata Ivan.

Ketiga, jangan lupakan asuransi. Ivan mengatakan, asuransi adalah perlindungan yang efektif terhadap risiko buruk yang mungkin terjadi. Dalam perencanaan keuangan pribadi, asuransi bertujuan memproteksi penghasilan dan rencana keuangan jika sewaktu-waktu seseorang atau anggoa keluarganya harus mendapat perawatan di rumah sakit.

"Asuransi mengajak kita membayar sejumlah dana sebagai premi untuk memperoleh uang pertanggungan hingga 5 sampai 10 kali lipat, tergantung usia dan kondisi kesehatan," lanjutnya.

Keempat, persiapkan dana darurat. Jumlah dana darurat yang disarankan adalah sebesar 3 kali pendapatan bulanan apabila masih sendiri, atau 6 kali pendapatan bulanan apabila sudah berkeluarga.

Dana darurat merupakan lapis kedua perlindungan keuangan diri dan keluarga. Saat tiba-tiba kehilangan sumber pemasukan, keuangan tetap aman selama tiga bulan ke depan.

Selain empat langkah tersebut, Anda juga disarankan untuk berinvestasi dimana hasilnya bisa digunakan untuk membiayai pengeluaran.

Simulasi Financial Freedom

Kondisi kebebasan finansial tentu juga diinginkan oleh para milenial. Ivan memberikan simulasi untuk mencapainya.

Dia mengandaikan,  milenial dengan gaji Rp10 juta per bulan dan tengah memiliki utang Rp20 juta dapat menyisihkan 10 persen pendapatannya per bulan untuk membayar kewajibannya.

Kemudian, sisa Rp8 juta dari pendapatan per bulan bisa dibagi-bagi untuk tabungan dan investasi Rp2 juta, dan Rp6 juta untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Dalam 10 bulan utang ini lunas, dan Rp2 juta yang biasanya digunakan untuk membayar hutang bisa dialokasikan untuk investasi," ujarnya.

Selanjutnya, kebebasan finansial bertujuan untuk mempunyai dana abadi yang bisa memberikan pendapatan pasif sebesar Rp3 juta per bulan.

Selain investasi yang umum dilakukan untuk mendapat passive income, yakni di bidang properti, menaruh uang di pasar modal juga merupakan pilihan.

Dengan asumsi bunga deposito adalah 6 persen gross per tahun, maka seorang milenial harus mempunyai dana abadi sebesar Rp750 juta yang dapat memberikan bunga bulanan sebesar Rp3 juta.

Untuk mencapai Rp750 juta tersebut, harus disisihkan secara rutin Rp4 juta per bulan dan ditempatkan dalam instrumen investasi seperti reksadana saham atau obligasi pemerintah seperti ORI/Sukuk sampai sekitar 9 sampai 10 tahun.

Ivan menegaskan, pada contoh tersebut di atas, faktor utama penentu keberhasilan adalah konsisten dan disiplin.

"Usahakan untuk tidak memiliki utang, dan manfaatkan bonus tahunan seperti THR untuk memperbesar investasi, bukan hanya tabungan," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia