Harga Cabai di Tingkat Petani Membaik, Tapi Minat Petani Justru Turun

Harga Cabai di Tingkat Petani Membaik, Tapi Minat Petani Justru TurunTumpukan cabai di salah satu kios milik pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Rabu (13/2/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
12 Mei 2019 13:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Ekbis Share :

Harianjogja.com, PANJATAN--Dibanding awal tahun, harga cabai di tingkat petani kini mulai membaik. Meski demikian, di tahun ini, petani cabai di pesisir Selatan Kulonprogo lebih tertarik menanam melon dan semangka.

Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, di Desa Bugel, Panjatan, Sukarman mengatakan setelah mulai panen di awal Mei, harga cabai perlahan lebih baik dibanding awal tahun. Harga saat ini cabai di tingkat petani sampai Rp13.000 per kilogram.

"Pernah setelah panen awal Mei kemarin itu sampai Rp19.000, tapi turun lagi," jelasnya pada Sabtu (11/5/2019).

Harga tersebut dianggap lebih baik dibanding harga di awal tahun ini. Bahkan di awal tahun pada Februari, harga cabai yang tidak lagi menguntungkan membuat petani membakar tanaman untuk kemudian dikosongkan lahan cabainya. Harga cabai di awal tahun ini terjun sampai Rp3.500 per kilogram.

Panenan cabai diperkirakan akan berlangsung sampai Juli. Panenan tersebut hasil dari musim tanam di awal Maret lalu. Di awal Maret lalu, petani tidak hanya menanam cabai di lahannya, tapi juga disertai melon dan semangka.

Berbeda dengan tahun lalu, porsi cabai di tahun ini menurun dibanding melon dan semangka. Tahun lalu, tanaman cabai di pesisir Selatan Kulonprogo mencapai 70%, melon dan semangka 30%. Sedangkan di tahun ini porsinya terbalik, cabai jadi 30%, lalu 70% lainnya yaitu melon dan semangka.

"Porsinya jadi kebalik karena harga cabai yang kian tahun kian turun. Sedangkan adanya melon dan semangka ini bisa menanggulanginya," jelas Sukarman.

Harga tertinggi cabai pernah didapat pada dua tahun silam. Bahkan harganya bisa sampai Rp100.000 per kilogram. Lalu, semakin ke sini, harga cabai semakin jatuh. Ia mengatakan, jatuhnya harga cabai disebabkan permintaan dari Jakarta dan Sumatera yang juga berkurang. Di Jakarta lebih mengandalkan stok dari daerah lain bahkan dari impor.

Salah satu petani cabai di Dusun Bugel, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Suhadi mengaku di tahun ini ia lebih banyak menanam melon dan semangka dibanding cabai. Melon dan semangka mulai ia tanam di awal Maret.

Harga melon dan semangka dianggap lebih stabil dan menguntungkan petani. Harga per kilogramnya bisa ia dapatkan sampai Rp6.000. Selain itu, biaya produksi dalam menanam cabai diperkirakan lebih mahal dibanding menanam melon dan semangka.

"Kalau mau balik modal untuk cabai itu minimal harganya harus Rp15.000 per kilogram. Ini [cabai] kemarin awal tahun saja harganya sampai Rp3.000," ujar Suhadi.