Grand Keisha Gelar Nobar Boccia

Grand Keisha Gelar Nobar BocciaGeneral Manager Grand Keisha Yogyakarta by Horison, Atik Damarjati (lima kiri) saat potong tumpeng di sela-sela dalam pemutaran film Boccia pada Sabtu (11/5) malam./ Ist. - Grand Keisha Yogyakarta by Horison
14 Mei 2019 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sambut ulangtahun kedua Grand Keisha Yogyakarta by Horison memberi dukungan kepada Maria Monique Last Wish Fondation khususnya kepada Natalia S. Tjahja dalam pemutaran film Boccia pada Sabtu (11/5) malam.

Dalam acara nonton bareng ini juga dihadiri Danrem 072/Pamungkas-Brigadir Jenderal TNI Muhammad Zamroni, beserta Istri, GM Angkasa Pura 1, Agus Pandu Purnama, Ketua Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Siwi, Kepala Bidang Diksus, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bakhtiar Nur Hidayat dan Pengawas Diksus Dikpora DIY, Sardiyana.

Acara pemutaran film Boccia perdana ini juga diikuti oleh kurang lebih 30 anak Panti Asuhan SLB Ganda Daya Ananda Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta serta diikuti oleh peserta dan tamu undangan lainnya yang kurang lebih berjumlah 120 orang.

General Manager Grand Keisha Yogyakarta by Horison, Atik Damarjati mengatakan seluruh Manajemen dan Staf Grand Keisha Yogyakarta by Horison merasa bangga karena dapat terlibat langsung dalam acara pemutaran film dokumenter perdana atlet boccia di 10 negara di Indonesia.

“Semoga dengan ini olahraga boccia dan para atlet yang juga bisa mengharumkan nama bangsa semakin dikenal, dan perjuangan serta kegigihan para atlet nya pun dapat menginspirasi kita semua,” ucap Atik melalui siaran pers, Senin (13/5).

 

Olahraga Khusus

Boccia adalah olahraga khusus untuk penyandang disabilitas cerebral palsy yang berkursi roda dan dipertandingkan secara International. Film nonprofit, Boccia adalah kumpulan film dokumenter tentang atlet boccia di 10 negara yaitu Malaysia, Singapura, Indonesia, Taipei, India, Korea, Philipine, Jepang, Korea, China.

Film Boccia yang ditayangkan, merupakan bentuk karya original dari belasan atlet yang menyandang disabilitas yang setiap hari harus berjuang dan akhirnya bisa berbuat seperti atlet yangg normal lain untuk meraih medali untuk mengharumkan nama negara bahkan jadi juara dunia. Belasan kameramen Asia yang bertalenta, para editor dan animator ternama ikut berpartisipasi dalam film ini tanpa bayaran.

Natalia merasa bersyukur bisa menjadi sutradara dan produser dari film nonprofit Boccia part one serta merasa bersyukur untuk seluruh pembuatan film yang zero cost. Suatu hal yang menjadi paling unik yang dibuat Natalia di dunia film adalah karena bintang film dari film Boccia adalah atlet disabilitas.

Natalia yang merupakan Founder Maria Monique Last Wish Fondation tidak sendirian dalam membuat film ini. Ia dibantu oleh saudara dekatnya President Paralympic Thailand, Nick. Bhirombhakdi, yang juga membuat film dokumenter untuk para disabilitas atlet Thailand. Natalia dan Nick. Bhirombhakdi mempunyai kecintaan kuat dan tidak berhenti untuk menyemangati disable athlete.

Para atlet difabel ini bermain boccia tanpa menggunakan kedua tangan dan kaki dan mulutnya lah yang berfungsi yang digunakan untuk lempar bola, merekapun bisa mempunyai talenta lain bisa jadi seorang sutradara. Selain itu dukungan dari Gusti Mangkubumi juga turut berperan dalam mendukung pemutaran film Boccia ini sebagai wujud perhatiannya terhadap anak–anak yang berkebutuhan khusus terutama cerebral palsy yang ingin bisa maju dan berjuang dalam olahraga boccia.

Tanggapan positif hadir dari dari berbagai pihak, dari Brigjen TNI, Zamroni yang menyatakan walaupun mungkin memiliki banyak kekurangan jika bangga akan diri sendiri pasti akan selalu memberikan hasil terbaik untuk setiap orang di sekitar

Demikian juga disampaikan oleh Pandu yang menyatakan bahwa Ia merasa sangat terharu karena para atlet boccia yang memiliki keterbatasan fisik mampu membuat yang terbaik untuk bangsa ini melalui film singkat yang sangat memberi inspirasi.