ELEGANCE JEWELRY : Membangun Kepercayaan Pelanggan

ELEGANCE JEWELRY : Membangun Kepercayaan PelangganPemilik Elegance Jewelry Maria Lilies Hawati/ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
14 Mei 2019 10:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berbisnis perhiasan bukan sesuatu hal yang mudah. Banyak tantangan yang perlu dihadapi dalam bisnis ini. Salah satu yang masih berjalan hingga puluhan tahun yaitu Elegance Jewelry milik Maria Lilies Hawati.

Lilies sapaan akrabnya memulai usaha bisnis berlian dan emas di Jogja sejak 1987 atau sudah berjalan setidaknya 32 tahun. Awal ia memulai bisnis  karena merasa senang jika melihat dapat membantu mempercantik wanita dengan emas dan berlian itu.

Bisnis ini memang telah masuk ke generasi kedua setelah dari orang tuanya. Selama puluhan tahun bergelut di ruang usaha ini, dia menyebutkan perkembangan zaman terjadi sehingga inovasi mutlak diperlukan. Kreasi model berupa perpaduan antara tradisional dan modern pun dibuat oleh Lilies agar dapat tertinggal pasar. Karena itu, Elegance Jewelry terus memproduksi perhiasan untuk ujung kepala hingga kaki dengan berbagai desain yang menarik.

Menurutnya, selama 32 tahun berbisnis, ada banyak tantangan yang dihadapi. Dalam dua tahun terakhir contohnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar meningkat sehingga jumlah permintaan menurun lantaran perhiasan bukanlah kebutuhan utama. Di sisi lain, harga perhiasan melambung. Tidak hanya itu, pasar globalisasi yang membuka batas-batas wilayah mengakibatkan persaingan di sektor ini kian sengit.

 Menjaga Kepercayaan Pelanggan

Berbagai tantangan tentu bukan tanpa solusi atau jalan keluar. Menjawab tantangan tersebut dikatakan perempuan kelahiran Cianjur 57 tahun silam itu hal terpenting yaitu menjaga kepercayaan pada pelanggan dan memberi pelayanan yang terbaik.

“Kuncinya kepercayaan, tidak mengecewakan pelanggan. Pelanggan adalah raja. Terpenting pertama servis, kedua servis, ketiga servis,” ucap Lilies, Jumat (10/5).

Lilies selalu menekankan jangan sampai pelanggan membeli kucing dalam karung. Dengan membangun kepercayaan itu, Elegance Jewelry sejauh ini tidak menemui pelanggan yang komplain. Tidak hanya itu, Lilies menegaskan tidak pernah main-main dengan bahan baku. Alhasil, dia selalu memilih emas tua untuk produksi, bukan sekadar emas muda asal laku di pasaran. Kendati demikian, dia mengakui harga terjangkau tetap menjadi prioritasnya. Sebab kondisi perekonomian tengah lesu sehingga perusahaan pun harus menyesuaikan diri bertahan. “Kami memiliki strategi khusus sehingga perhiasan kami harganya terjangkau tetapi tetap terlihat mewah,” kata dia.

Menurutnya, bisnis perhiasan ini akan baik. Sebab perhiasan dapat menjadi investasi yang baik, dan nilainya cenderung akan naik terus. “Banyak pelanggan yang dapat menyekolahkan anaknya itu karena investasi emas. Kalau beli barang yang lain mungkin enggak bisa ya untuk investasi itu. Saya sarankan untuk anak muda investasi emas ini. Saya juga selalu menjaga komunikasi dengan pelanggan [untuk membuat pelanggan menjadi loyal],” ucapnya.

Kini berkat kejelian dan kesuksesannya menjalin hubungan dengan pelanggan setidaknya sudah ada lima toko yang ia buka. Untuk di Jogja dua tempat, kemudian Solo, Jawa Tengah dua tempat, dan satu toko di Jakarta.