Advertisement
Bisnis Berbasis Teknologi Perlu Didorong
Narasumber menyampaikan materi dalam Pelatihan Incubator PPTI dan Launching Buku, di Hotel Amaris, Jumat (17/5)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—DIY dinilai memiliki potensi untuk pengembangan bisnis dengan lingkungan banyaknya kampus, yang banyak melahirkan potensi-potensi pebisnis. Meski begitu untuk pengembangan bisnis dengan dukungan ke arah teknologi informasi (TI) dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Cukup banyak [potensi pengembangan bisnis], karena banyak kampus juga. Yang agak jarang adalah pengembangan ke teknologinya, mereka bisnis tapi masih yang mirip. Kurang pengembangan teknologi, dibanding Surabaya kan banyak di sana tetapi enggak paling rendah juga,” ucap Manajer Inkubator Pusat Pengembangan Teknopreneurship Indonesia (PPTI), Widodo Hadi Prasetyo, di sela-sela Pelatihan Incubator PPTI dan Launching Buku, di Hotel Amaris, Jogja, Jumat (17/5).
Advertisement
Widodo mengatakan yang menjadi kendala saat ini adalah pola pikir dari masyarakat yang cenderung sudah merasa untung dengan apa yang telah dibuat. Padahal jika mau berinovasi akan dapat memperoleh untung yang lebih.
Dengan teknologi juga dikatakan Widodo dapat membantu meringankan pekerjaan yang dilakukan. Dicontohkannya salah satu yang mengikuti pelatihan yaitu pengembangan Apdeko yang merupakan alat untuk membuat gerbah tanpa perlu memutar, karena sudah digerakkan oleh mesin atau dengan listrik. Dalam pelatihan ini sendiri dikatakan Widodo untuk memberikan pelatihan pada usaha yang sedang berkembang, agar medapat pondasi yang kuat.
BACA JUGA
Berbarengan dengan pelatihan ini, Kepala Inkubator PPTI, Nova Suparmanto juga merilis buku dengan judul From Research to Technopreneur. “Buku ini berisi bagaimana membangun usaha berbasis inovasi teknologi dari penelitian hingga besar dengan modal Rp0,” ucap Nova.
Menurut Nova dalam pengembangan bisnis ini modal bukan menjadi masalah karena banyak akses pendanaan saat ini. Jogja sendiri menurutnya memiliki potensi yang cukup bagus dengan industri kreatif yang banyak.
“Untuk hambatan sendiri kalau yang belum dapat dana, biasanya mengaku karena sulit modal. Kalau yang sudah jalan tentang pemasaran kesulitan. Agar berhasil ya memang perlu bekerja keras, belajar akses semua sekarang sudah terbuka, tingga mau jalan atau tidak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Liburan, Wisata Jip Merapi Diserbu hingga 20 Ribu Orang
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Kunjungan Mal di DIY Naik 20 Persen, Ini Pemicunya
- Update Harga Emas Hari Ini: UBS dan Galeri24 Merosot, Antam Stagnan
- BRI Hadirkan Program Healing untuk Anak Terdampak Banjir di Sumatra
- Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp65.300 per Kg, Telur Ayam Rp32.950
- HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik Awal Januari 2026
- Bulog DIY Pastikan Harga Beras Stabil Jelang Tahun Baru 2026
- Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun Mulai 1 Januari 2026
Advertisement
Advertisement





