CKG Bantul Diburu 460.000 Warga, Dinkes Gencarkan Jemput Bola
Dinkes Bantul menargetkan 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 dengan strategi jemput bola hingga komunitas.
Pesawat Garuda Indonesia/Ist-Garuda Indonesia
Harianjogja.com, JAMBI--Sejak meningkatnya harga tiket pesawat dan diberlakukannya pembatasan bagasi atau barang bawaan sejumlah maskapai penerbangan, pendapatan porter di Bandara Sulan Thaha Jambi menurun hingga 75%.
“Biasanya pendapatan kita dalam satu hari itu berkisar antara Rp180 ribu sampai Rp200 ribu, saat ini untuk mendapatkan Rp50.000 saja sangat sulit,” kata Porter Bandara Sultan Thaha Jambi, Budi Hariyanto di Jambi, Rabu (19/6/2019).
Bahkan tidak jarang para pemberi layanan jasa angkutan barang bawaan penumpang di bandara tersebut pulang dengan tangan kosong. artinya tidak ada penumpang pesawat terbang yang menggunakan jasa mereka.
Seperti yang terjadi pada hari ini, Rabu (19/6/2019) sejak pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB, porter di bandara itu baru memberikan satu kali layanan jasa membawakan barang penumpang. Sementara jam kerja porter tersebut terbatas hingga pukul 13.00 WIB. Karena porter di bandara itu bekerja secara bergantian dengan porter lainnya dengan kata lain dengan sistim sift.
“Sudah cukup sering kita pulang tanpa penghasilan, sementara setiap harinya kita juga harus setoran kepada perusahaan tempat kita bernaung, satu hari itu setoran Rp18.000, ada ataupun tidak ada penghasilan kita tetap harus bayar,” tambahnya.
Selain itu, berkurangnya jumlah penerbangan maskapai penerbangan di bandara itu juga turut memberikan pengaruh besar terhadap menurunnya pendapatan para porter di bandara itu. Salah satunya maskapai penerbangan Garuda Indonesia, yang sebelumnya terdapat tujuh kali jadwal penerbangan kini hanya terdapat lima kali jadwal penerbangan. Begitu pula dengan maskapai penerbangan lainnya di bandara itu.
Bahkan sejumlah porter di bandara tersebut ada yang telah mengundurkan diri sebagai pemberi layanan jasa membawakan barang bawaan penumpang. Porter yang sebelumnya berjumlah 32 orang, saat ini porter yang masih bertahan berjumlah 25 orang.
“Berhenti karena pendapatannya menurun, sementara kebutuhan semakin meningkat, sehingga banyak teman-teman porter yang mencari pekerjaan lain,” kata Jamil porter lain di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dinkes Bantul menargetkan 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 dengan strategi jemput bola hingga komunitas.
Wali Kota Jogja luncurkan SAKTI PURNABAKTI, program senior living dan health tourism untuk tingkatkan kualitas hidup lansia.
Messi samai rekor Klose di Piala Dunia, Mbappe mengancam. Siapa jadi top skor sepanjang masa?
Rupiah diproyeksi menguat hari ini di tengah pelemahan dolar AS dan sentimen damai AS-Iran meski masih tertekan isu tarif.
Sedikitnya 12 kapanewon di Gunungkidul rawan kekeringan di musim kemarau tahun ini. Upaya droping sudah dipersiapkan untuk membantu warga yang kesulitan air.
Qodari tegaskan dialog kunci demokrasi usai aksi mahasiswa UGM, sekaligus bela program MBG sebagai mandat rakyat.