Penyaluran Kredit Perlu Didorong

Penyaluran Kredit Perlu DidorongKaryawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
26 Juni 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sektor pariwisata dipandang sebagai sektor potensial untuk mendongkrak ekonomi DIY. Penyaluran kredit untuk sektor tersebut harus ditingkatkan lagi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Untung Nugroho memaparkan OJK pun melihat potensi tersebut. OJK pun mendorong industri jasa keuangan untuk memberikan porsi lebih besar dalam penyaluran kredit bagi pelaku usaha di sektor wisaya. "Mekanisme kerja OJK sebagai pengawas. Setiap awal tahun kami minta setiap industri jasa keuangan membaut rencana bisnis. Di situlah kami dorong agar pelaku usaha mengalokasikan dana untuk kredit pariwisata," kata dia, Selasa (25/6).

Untung mengungkapkan OJK bisa mendorong industri jasa keuangan, tetapi tidak berhak untuk memaksa. Menurutnya, penyaluran kredit untuk sektor pariwisata mulai meningkat meskipun tidak banyak. Penyaluran kredit masih didominasi sektor perdagangan dan konsumtif. "Memang masih ada kekhawatiran pelunasan yang tidak lancar jika disalurkan ke pelaku usaha kecil di sektor pariwisata," kata dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Menurutnya, sektor pariwisata merupakan sektor prioritas di DIY. Dengan adanya kawasan khusus pariwisata, hal itu akan memicu dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat meskipun sektor lain seperti kerajinan tidak bisa diabaikan.

"Tantangan di daerah adalah pertumbuhannya tidak bisa didiamkan tumbuh secara organik. Harus difasilitasi. OJK jiga bersinergi dengan Bank Indonesia, kementerian, dan pihak terkait untuk ikut serta mendorong perkembangan ekonomi Indonesia," papar dia.