Kanwil DJPb DIY Dorong Pemda Sukseskan Program KUR dan UMi

Kanwil DJPb DIY Dorong Pemda Sukseskan Program KUR dan UMiKegiatan FGD yang digelar Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY, Rabu(26/06/2019). - Ist/DJPb DIY.
27 Juni 2019 09:55 WIB Sunartono Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Optimalisasi Peran Pemda melalui SIKP Guna Mendorong Pembiayaan KUR dan Umi di aula Lantai III Kanwil DJPb DIY, Rabu(26/06/2019). Kegiatan tersebut dihadiri dari Biro Administrasi Perekonomian dan SDA DIY, Dinas Koperasi dan UKM lingkup DIY serta lembaga Keuangan Bukan, Bank Penyalur KUR dan UMi, Lembaga Penjamin Kredit, dan Para pejabate selon III dan IV lingkup Kanwil DJPb DIY.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan penyaluran KUR d iwilayah DIY telah berjalan dengan baik, dengan realisasi penyaluran per 21 Juni 2019 telah mencapai sebesar  Rp1,3 triliun dengan debitur sekitar 47.000. Capaian ini sangat bermanfaat dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi DIY.

“Terhadap kebijakan KUR dan kredit program lainnya Kementerian Keuangan telah membangun sebuah sistem aplikasi untuk menyediakan database yang dibutuhkan yaitu Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program, SIKP,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (27/6/2019).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menambahkan, kontribusi UMKM terhadap PDB terus meningkat setiap tahunnya yang di tahun 2018 mencapai 60,34% yang diiringi dengan peningkatan angka serapan tenaga kerja. KUR terbukti berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM. Pemerintah DIY terus berkomitmen untuk mendorong koperasi dan UMKM sebagai poros bisnis Yogyakarta. “Hal ini terbukti dengan diraihnya predikat sebagai Pemerintah Daerah Pendukung Program KUR Terbaik 2018,” ucapnya

Kepala Kanwil DJPb DIY Heru Pudyo Nugroho menegaskan kinerja penyaluran KUR dan UMi di DIY sesuai progress di mana per 25 Juni 2019 realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp1,3 triliun. Namun penyaluran KUR masih didominasid ari sektor perdagangan yang telah mencapai 58,97%. Sedangkan realisasi penyaluran pembiayaan UMi sampai dengan 21 Juni 2019 sebesar Rp39,55 miliar dengan 11.966 debitur.

Dwi Afriani, Kepala Sub Direktorat Kredit Program dan Investasi Lainnya dalam kesempatan itu menyampaikan isu-isu terkini kebijakan KUR dan prioritas penyaluran KUR 2019. Antara lain penyaluran KUR khusus yaitu untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat, penyaluran KUR sektor pariwisata; penyaluran pada kelompok usaha; penyaluran KUR sektor produksi minimal 60%.

Sochif Winarno, Direktur Keuangan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyampaikan perkembangan pembiayaan UMi,bahwa untuk mensukseskan program UMi, PIP mempunyai program-program strategis pada tahun 2019. Seperti peningkatan kapasitas account officer dan manajer koperasi kerja sama dengan ILO. Selain itu menjajaki kerjasama kementan dan kemendes di tiga lokasi.

Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan, Ditjen Perbendaharaan Saiful Islam menjelaskan tentang perkembangan SIKP bahwa Direktorat SITP terus meningkatkan aplikasi SIKP untuk mendukung program KUR. Dengan mengupgrade server layanan host to host melalui jaringan internal dengan 43 perbankan serta jaringan terbuka untuk website yang dipergunakan masyarakat.

“Dari sebelumnya hanya menangani transaksi 100.000 transaksi per hari menjadi 16 juta transkasi per hari. Direktorat SITP juga bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan kepemilikan e-KTPatau data kependudukan,” katanya.