Disperindag Dorong Pelaku Usaha Melek Digital

Disperindag Dorong Pelaku Usaha Melek DigitalIlustrasi belanja online - Bisnis.com
29 Juni 2019 10:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mengklaim terus mendorong agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melek digital, meski saat ini masih menemui sejumlah tantangan. 

Kepala Bidang Industri Logam, Sandang & Aneka, Disperindag DIY, Intan Mestikaningrum mengungkapkan secara keseluruhan UMKM yang ada di Jogja sebenarnya sudah ada pembinaan, untuk melek digital. Intan mengungkapkan pelatihan tersebut salah satunya berkaitan dengan promosi daring baik dengan e-commerce, maupun media sosial. Pembinaan tersebut dilakukan dengan Disperindag, Balai Pengelola Kekayaan Intelektual, maupun dengan berbagai e-commerce. Meski begitu saat ini sendiri dikatakannya baru sekitar 10% UMKM yang aktif dengan media online untuk menunjang bisnisnya. “Di Jogja kan banyak ya UMKM sekitar 200.000, ya mungkin baru 10 persen yang aktif dari jumlah itu,” kata Intan, Jumlah (28/6).

Ia mengatakan yang masih menjadi kendala untuk pengenalan teknologi, tidak lain karena faktor usia. Cukup sulit untuk mengenalkan cara pemasaran melalui online untuk orang yang sudah tua, ketimbang anak-anak muda yang telah melek teknologi. Hal tersbeut menjadi tantangan tersendiri bagi dinas untuk melakukan pembinaan.

Intan berharap seluruh lapisan masyarakat tersebut dapat semakin mengenal teknologi, sehingga dalam pemasaran dapat semakin luas. Ujungnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan kelas UMKM.

Sebelumnya, Persatuan Perusahaan Periklanan (P3I) Jogja juga menilai tren iklan digital di Jogja semakin tinggi persentasenya. “Peningkatan persentase terbesar di online, namun masih di bawah iklan tv, media audio visual. Namun di beberapa daerah sudah lebih tinggi dari iklan media cetak. Termasuk di DIY sekarang mayoritas buzzer online iklan digital, baik brand nasional maupun lokal,” ucap Ketua P3I Jogja, Arief Budiman.

Perusahaan atau brand yang mulai beralih ke iklan digital itu paling banyak didominasi yang menyasar pasar anak muda yang melek teknologi, generasi milenial. Perusahaan-perusahaan tersebut mulai mengalihkan biaya beriklan di media konvensional ke online. “Jadi memang tren naik [iklan digital] pasti juga akan terus naik,” ujarnya.