CEO PT PETAKUMPET : Merasa Sukses jika Bermanfaat untuk Orang lain

CEO PT PETAKUMPET : Merasa Sukses jika Bermanfaat untuk Orang lainCEO/ Founder PT Petakumpet, M. Arief Budiman/ Ist. - dok. Pribadi
10 Juli 2019 12:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menafsirkan kesuksesan ketika hal yang dikerjakan dapat berdampak baik dan bermanfaat pada orang lain, menjadi semangat baik bagi CEO/ Founder PT Petakumpet, M. Arief Budiman.

Arief yang lahir di Rembang, 21 Maret 1975 menjalani perjalanan panjang dalam berproses dengan Petakumpet. Bahkan sebelum terjun ke dunia periklanan hingga saat ini, Arief pernah mencicip studi di Fakultas Pertanian UGM selama setahun.

Merasa lebih sering menggambar, membuat poster ia kemudian pindah kampus ke Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja pada 1994. Kala lulus, Alumnus Diskomvis FSR ini mendapat predikat cumlaude dan menjadi mahasiswa teladan tingkat institute.

Tak puas menempa diri untuk belajar saja, semasa kuliah dia membangun usaha bersama rekan-rekan. Total ada25 orang yang mendirikan Petakumpet. Seiring berjalannya waktu, masing-masing individi memiliki kesibukan yang berbeda. Kini, hanya lima orang yang tersisa meneruskan mimpi. Kendati jumlah kawanan berkurang, semua ini tidak mematahkan semangatnya. Bahkan dia rela berada di posisi bawah untuk Petakumpet.

Semangat Arief dan sejumlah rekannya akhirnya membawa Petakumpet menjadi perseroan terbatas (PT) pada 2003. Selama sekian tahun mengembangkan Petakumpet, berbagai perusahaan besar hingga kalangan pemerintah menjadi kliennya. Tak terhitung pula aneka penghargaan tingkat nasional yang telah disabet. “Mengutip puisi Rendra. Penderitaan kita itu sebenarnya tidak istimewa karena semua orang mengalami. Intinya karena ini dari yang sesuatu kita sukai, rugi semacamnya ya sudah pernah mengalami juga,” kata suami dari Supiah dan ayah dari Malika Alia Sofia ini, Senin (8/7).

Arief bertutur niat dalam menjalani pekerjaan menjadi kunci untuk mengembangkan usaha. Jika hanya mengandalkan uang, dia menilai mungkin ruang usahanya tak akan berkembang seperti saat ini.

 

Perkembangan Zaman

PT Petakumpet, kata dia, saat ini bergerak pada creative consultant, creative branding, creative marketing communication dan creative production. Menurut dia, semua ini tidak lepas dari tantangan-tantangan perkembangan zaman yang harus dihadapi. Karena itu, mentransformasikan perusahaan menjadi integrated creative company dirasanya perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan saat ini.

Ditanya soal harapan ke depan, Arief ingin membawa Petakumpet menjadi The Most Admired Company in The World. Namun, dia menegaskan mimpi itu tidak hanya untuk Petakumpet sendiri. Justru dia ingin menggandeng yang lain untuk membuat kota ini menjadi Jogja city of creator.

Menurutnya, hal tersebut mungkin terjadi. Apalagi Jogja adalah kota pelajar. Sebuah modal kuat untuk meraih mimpi besar itu. Dengan segala kelebihan ini, dia yakin Jogja dapat menjadi dampak baik bagi Indonesia. “Sampai titik ini belajar banyak bersyukur. Lima tahun ke depan, era Presiden Jokowi, memang berfokus pada pengembangan SDM (sumber daya manusia), sebenarnya itu kreativitas masyarakat,” ucap pria yang telah menulis tiga buku berjudul Jualan Ide Segar (2008); Tuhan Sang Penggoda (2010) dan Spiritual Creativepreneur (2012).

Kreativitas diartikannya sebagai bagaimana melihat setiap masalah sebagai peluang. Dengan perspektif ini, pria yang juga menjadiKetua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jogja dan Sekjen Indonesia Creative Cities Network (ICCN) itu berharap dapat membantu sesuai kapasitas dan keahliannya mengakselerasi peningkatan kapasitas SDM di Indonesia. Ia mengharapkan golongan tua dan muda juga dapat saling berkolaborasi.