Soeta Bakal punya Heliport, Bagaimana dengan YIA?

Soeta Bakal punya Heliport, Bagaimana dengan YIA?Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. - Ist/ Dok AP I
20 Juli 2019 09:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bandara Internasional Soekarno Hatta bakal memiliki heliport yang pengerjaannya ditargetkan rampung akhir 2019. Tidak menutup kemungkinkan heliport akan dibangun di Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, DIY.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Yogyakarta International Airport (YIA) PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama mengungkapkan untuk saat ini memang belum ada landasan helikopter di YIA lantaran belum ada pembuatan detail engineering design (DED). "Untuk landasan helikopter belum ada DED. Harus ada helipad sendiri untuk tonase berapa dan harus dipisah dari fixed wing karena putarannya besar. Ke depan bisa jadi [dibangun] karena sisi udara YIA masih luas," kata dia kepada Harian Jogja, Selasa (16/7) malam.

Ia mengungkapkan untuk bisa didarati helikopter harus ada pembangunan sarana dan prasarana baru. Ada parameter khusus yang menjadi pedoman. Pengaturannya pun berbeda.

Selain helikopter, YIA juga membuka kemungkinan untuk mendarat jet pribadi. Namun, Pandu mengungkapkan jet pribadi yang boleh mendarat di YIA yakni yang berbobot di atas 70 ton. Sementara, jet pribadi yang berbobot di bawah 70 ton diarahkan ke Bandara Internasional Adisutjipto. Namun, saat ini memang belum ada permintaan izin pendaratan jet pribadi di YIA lantaran untuk penerbangan internasional belum dilengkapi dengan Custom Immigration Quarantine (CIQ).

"Selama ini di Adisutjipto juga sering untuk mendarat jet pribadi. Ada yang dari dalam negeri dan luar negeri. Sifatnya kan temporary, kapan saja bisa datang. Kalau mau datang akan mengabari kami," terang dia.

Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Whitesky dan PT Angkasa Pura II (Persero) bekerja sama dalam sebuah proyek pembangunan heliport komersial yang bernama Cengkareng Heli Port (CHP). Proyek ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia. CEO Whitesky Denon Prawiraatmadja mengatakan pembangunan proyek senilai Rp78 miliar tersebut ditargetkan bisa rampung pada akhir 2019. Adapun, total lahan yang akan dikembangkan mencapai 2,8 hektare.

"Nantinya penumpang dari maskapai berjadwal yang ingin menggunakan helikoper bisa terbantu dengan adanya heliport. Dampaknya, heliport ini akan melengkapi moda transportasi perkotaan pendukung dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta ke Jabodetabek hingga Bandung," kata dia.

Ia mengatakan fasilitas yang akan dibangun di antaranya adalah shooting point dengan instalasi lampu untuk mendukung terbang malam, delapan helipad, 10 hanggar khusus helikopter berdaya tampung 50 unit Bell 505 atau setara 20 unit Bell 429 atau Airbus H130, customer lounge, kafe, kawasan perkantoran hingga fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis (helimedic).