Advertisement
Ini Keunggulan Rumah Kompak, Tak Kalah dengan Apartemen
Deretan rumah tapak di kawasan Padasuka Atas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Dibandingkan dengan rumah biasa atau apartemen, rumah kompak bisa menjadi lebih menarik. Apalagi, harganya juga lebih terjangkau.
Marketing Director Paramount Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa permintaan terhadap hunian kompak makin menarik. Milenial menjadi pasar utama saat ini karena mereka cenderung mencari hunian untuk ditempati dan investasi dengan harga yang lebih terjangkau.
Advertisement
“Mereka [milenial] pilih yang harganya murah biar bisa coba investasi di tempat yang lain. Jadi, kebanyakan milenial bakal pilih rumah yang harganya di bawah Rp1 miliar, tidak masalah ukurannya, yang penting aksesnya ke kantor dan fasilitas pendukung lainnya mudah,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.
Marketing Director PT Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan bahwa secara produk, rumah kompak lebih menarik karena fungsi rumah normal tidak hilang, hanya ukurannya lebih kecil.
BACA JUGA
“Misalkan, dulu kalau dua kamar tidur luas bangunannya harus lebih dari 120 meter persegi, dengan rumah kompak yang fungsi rumahnya yang sama, ukurannya cukup 50 meter persegi—60 meter persegi. Jadi, cuma mengecil,” ungkapnya.
Tujuan adanya rumah kompak, menurut Yance, adalah untuk keterjangkauan, hal itu jadi suatu kesempatan untuk mendapat capital gain dan imbal hasil ketika menjadikan rumah kompak sebagai sara investasi.
“Rumah kompak itu karena ukurannya kecil jadi biaya perawatannya lebih minim. Lalu, karena lebih murah, captive market lebih luas kalau mau dijual. Selain itu, kalau mau disewakan juga lebih mudah karena bisa lebih murah, yield-nya bisa lebih besar,” kata Yance.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM: WFH Jadi Solusi Jangka Pendek untuk Hemat Energi
- Harga Emas Hari Ini Turun, Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
- Hore! Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026
- Empat Negara Antre Impor Urea dari Indonesia
- Bulog Jogja Gelontorkan 21.900 Liter Minyakita ke Pasar
- Minyak Rusia Masuk Indonesia Bulan Ini, Pasokan Energi Mulai Bergeser
- Inflasi Naik, Ekonomi Eropa Dibayangi Risiko Resesi
Advertisement
Advertisement









