NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
(kiri ke kanan) Prita Laura (Moderator), Rony Megawanto (Direktur Program KEHATI), Anang Nugroho Setyo Moeljono (Direktur Pangan dan Pertanian BAPPENAS), dan Yuyu Suryasari (Peneliti LIPI), dan Romo Benyamin Daud (Direktur Eksekutif YASPENSEL Flores Timur) dalam talkshow Keberagaman sebagai Jawaban Sumber Kebutuhan Pangan Lokal ke Depan di Perpustakaan Nasional RI, Senin (29/7/2019)./Geofanni Nerissa Arviana
Harianjogja.com, JAKARTA – Indonesia memiliki banyak sumber pangan selain beras yang juga memiliki kandungan gizi yang baik. Namun, konsumsi beras di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun hingga menggeser sumber pangan Nusantara lainnya.
“Dari sisi konsumsi, kami tentu berharap agar masyarakat bisa kembali mengonsumsi pangan lokal. Ini bukan berarti kami antiberas,” ujar Direktur Program Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) Rony Megawanto dalam talkshow bertajuk Keberagaman sebagai Jawaban Sumber Kebutuhan Pangan Lokal ke Depan di Perpustakaan Nasional RI, Senin (29/7/2019).
Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan, Indonesia memiliki 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak atau lemak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, dan 110 jenis rempah dan bumbu.
Dengan keberagaman tersebut, Indonesia disebutkan menjadi negara dengan keragaman sumber pangan tertinggi kedua di dunia setelah Brasil.
Salah satu contoh pergeseran sumber pangan nasional terjadi di Papua. Dahulu, Papua menggunakan sagu sebagai sumber pangannya. Namun kemudian, Papua juga menjadikan beras sebagai sumber pangan, seperti di Jawa dan Sumatra, meskipun masyarakat Papua juga masih menanam sagu.
Adapun petani sorgum yang pernah dianggap sebagai petani miskin, sedangkan petani beras dianggap sebagai petani yang kondisi ekonominya lebih baik. Namun belakangan, sorgum kembali berkembang dan menjadi sumber pangan di beberapa daerah di Tanah Air.
Konsumsi beras yang tinggi di Indonesia mendorong petani untuk menanam padi di berbagai jenis lahan, sekalipun di lahan yang sebenarnya tidak cocok untuk penanaman padi.
“Kami mendorong agar beras ditanam di lahan yang cocok. Jika di lahan yang kering, misalnya, bisa menanam sorgum,” kata Rony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
PT Pegadaian (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pegadaian Peduli” menyalurkan 1.000 paket sembako kepada pengemudi ojek
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Instagram meluncurkan label AI Generated Profile. Akun AI tanpa label berisiko kehilangan jangkauan di Reels dan Explore.
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain