Diskop UKM Gelar Gebyar UKM

Diskop UKM Gelar Gebyar UKMPenyerahan CSR Bank BPD DIY untuk program pemberdayaan UKM di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang dikelola oleh Dinas Koperasi UKM DIY oleh Direktur Umum Bank BPD DIY Cahya Widi (tiga dari kiri) kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi (dua dari kanan) di Diskop UKM, Jogja, Minggu (4/8)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
05 Agustus 2019 21:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di DIY, berbagai upaya dilakukan Dinas Koperasi dan UKM DIY. Salah satunya melalui Gebyar UKM di Dinas Koperasi dan UKM, Jogja, 3-6 Agustus 2019.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengungkapkan Gebyar UKM memiliki beberapa rangkaian. Kegiatan yang digelar seperti seminar peningkatan kapasitas UKM, fasilitasi pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), lomba foto, hingga lomba blog.  "Tujuannya untuk memberikan fasilitas terkait pemasaran, kebutuhan UKM, permasalahan yang dihadapi UKM. Mereka bisa berkonsultasi karena ada beberapa pendamping," kata dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Dinas Koperasi dan UKM, Jogja, Minggu (4/8).

Siwi mengatakan dalam kegiatan tersebut juga ada penyerahan dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank BPD DIY sebagai bentuk komitmen badan usaha milik daerah (BUMD) untuk pemberdayaan UKM yang ada di DIY. "Tujuannya memfasilitasi sarana pengelolaan Galeri Jogja yang ada di Yogyakarta International Airport [YIA] untuk mengekspos produk UKM DIY. Harapannya produk UKM bisa diminati dan semakin dikenal," kata dia.

 

Penyerahan CSR

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian CSR Bank BPD DIY untuk program pemberdayaan UKM di YIA yang dikelola oleh Dinas Koperasi UKM DIY. Adapun CSR yang diberikan sebesar Rp244,440 juta.

Direktur Umum Bank BPD DIY Cahya Widi mengungkapkan Bank BPD DIY sebagai agen pembangunan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian dan ikut serta dalam pengentasan kemiskinan, melalui pemberdayaan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi daerah melalui program CSR. Bagi Bank BPD DIY program CSR tidak hanya sebagai kewajiban atau tanggung jawab sosial, tetapi juga bentuk komitmen dalam percepatan pembangunan ekonomi, dengan alokasi di berbagai sektor. Adapun sektor tersebut seperti pendidikan, UMKM, kesehatan, lingkungan hidup, sosial & ekonomi untuk seluruh kabupaten dan kota di DIY. "Penyaluran dana CSR PT Bank BPD DIY untuk pengembangan Galeri Jogja di YIA yang merupakan suatu wadah bagi pelaku UKM dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan produk-produk asli DIY kepada masyarakat di tingkatan domestik maupun internasional," kata dia.

Penempatan produk-produk asli DIY di lokasi tersebut merupakan hasil sinergi Bank BPD DIY dengan Dinas Koperasi & UKM. "Dana yang dialokasikan tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan multiplier effect terhadap peningkatan dunia usaha di DIY, seperti meningkatnya penyerapan tenaga kerja, meningkatnya pendapatan asli daerah [PAD], semakin diakuinya eksistensi DIY di pasar nasional bahkan internasional, dan efek positif lainnya," kata dia.

Ia mengungkapkan pemberian dana CSR Bank BPD DIY ini kepada Dinas Koperasi & UKM DIY dilakukan melalui mekanisme yang baik, sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tetap menjaga akuntabilitas.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengatakan UKM menjadi andalan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di DIY. Ia mengatanan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X selalu mewanti-wakti agar UKM diistimewakan. "Diistimewakan di sini buka berarti dimanjakan terus-menerus. Ada tiga hal yang harus didorong agar UKM maju," kata dia.

Pertama adalah mendorong daya juang UKM. Menurutnya daya juang UKM di DIY sudah tidak perlu diragukan lagi. UKM di DIY memiliki daya juang yang tinggi.

Kedua, daya kolaborasi UKM perlu ditingkatkan. Terkadang UKM sejenis justru tidak bekerja sama terapi saling sikut. Hal inilah yang akan memperlemah UKM. "Buktikan kalau UKM itu memiliki daya kolaborasi yang tinggi," kata dia.

Ketiga, UKM harus memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perkembangan bisnis dan teknologi. Terlebih saat ini telah memasuki masa Revolusi Industri 4.0.