Advertisement
Gakoptindo: Produksi Tempe Melesat Tahun Depan
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai impor di kampung sukamaju, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/7/2018). - ANTARA/Adeng Bustomi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Produksi tempe dan tahu di dalam negeri dapat melesat dua kali lipat dala 5—10 tahun mendatang karena ada peluang ekspor ke Amerika Serikat.
Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifudin mengatakan pertumbuhan produksi tahu dan tempe pada semester I/2019 hanya 3—4%. Adapun, pertumbuhan tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun yakni sebesar 3%--4%.
Advertisement
Menurutnya, distribusi ke pasar global dapat membuat pertumbuhan produksi tempe dan tahu nasional menjadi 5%-10%.
“Minggu lalu saya baru dari Amerika Serikat. Eksportir kedelai di sana welcome menerima kedelai mereka kembali dalam bentuk tempe,” katanya kepada Bisnis, Senin(9/9/2019).
BACA JUGA
Aip menambahkan volume produksi tempe dan tahu hingga akhir tahun ini dapat mencapai 5,7 juta ton dari realisasi tahun lalu sejumlah 5,5 juta ton.
Menurutnya, distribusi tempe dan tahu ke pasar Amerika Serikat dapat membuat produksi tempe dan tahu menjadi 6 juta ton hingga 6,2 juta ton.
Selain itu, Aip menilai neraca kedelai terhadap Amerika Serikat pun dapat positif. Tahun ini, lanjutnya, pengrajin tempe dan tahu nasional mengimpor sekitar 1,67 juta ton kedelai dari Amerika Serikat.
Sementara itu, kedelai lokal hanya mampu memasok 500.00 ton per tahun atau sekitar 23,04%.
Aip berujar nilai impor kedelai dari Amerika Serikat pada tahun ini sekitar US$800 juta—US$1 miliar. Menurutnya, neraca dagang kedelai dapat menjadi positif dengan Amerika Serikat dengan adanya upaya ekspor tempe dan tahu tersebut.
“Tapi tidak serta merta. Dalam 5—10 tahun baru bisa seimbang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
- 75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
Advertisement
Advertisement





