Stabilkan Harga Ayam Potong Perlu Kerja Bareng

Stabilkan Harga Ayam Potong Perlu Kerja BarengPedagang daging ayam di Pasar Beringharjo melayani pembeli, pasca harga komoditas ini turun penjualan justru sedikit sepi, Jumat (3/8). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
13 September 2019 11:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berbagai hal dinilai perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga ayam potong yang mengalami penurunan yang tajam.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus mengatakan untuk mengatasi permasalahan fluktuasi harga, mata rantai produksi ayam broiler perlu ditingkatkan dengan investasi Rumah Potong Ayam (RPA)

dan cold storage sehingga ketika over produksi masih bisa disimpan. “Ayam hidup dan hot carcass ketika panen bersama akan bisa disimpan. Jika tidak ada cold storage akan membanjiri pasar sehingga menurunkan harga, peternak pasti akan rugi,” kata Ali, Kamis (12/9).

Kemudian, Pemerintah perlu membantu para peternak atau kelompok peternak untuk berkoperasi dengan diberikan insentif misalnya kredit lunak atau bahkan hibah pembangunan RPA dan cold storage.

“Peternak perlu berkooperasi agar meningkatkan bargaining position ketika ada fluktuasi harga termasuk berhadapan dengan para tengkulak besar pedagang ayam yang sewaktu waktu dapat memainkan harga ketika kondisi memungkinkan,” ucapnya.

Dikatakannya, ketidakseimbangan antara supply dan demand, yang mengakibatkan ketidaksetabilan harga. Menurut dia, pasokan lebih banyak daripada permintaan yang berujung pada harga jual ayam anjlok.

Selain itu, panen di level peternak hampir dalam kurun waktu yang bersamaan. Mulai banyak peternak broiler yang memulai dengan investasi kandang closed house. Tipe kandang seperti ini bisa meningkatkan produktivitas, menurunkan mortilitas sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan stok ayam broiler dengan produksi nasional day old chicken (DOC) yang sama.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) DIY-Jateng, Parjuni mengatakan harga ditingkat peternak saat ini mulai membaik, dan mendekati harga pokok penjualan (HPP). “Saat ini sudah Rp16.000/ kilogram (kg) dari kandang. HPP kan Rp17.500/kg, sudah mendekati HPP ini,” kata Parjuni.

Ia mengatakan meski telah mendekati HPP, tetap merasa pesimistis harga akan menyentuh HPP dalam waktu dekat. Dia berharap realisasi pemangkasan ayam juga benar-benar dilakukan meski dia khawatir tidak adanya transparansi dalam pelaksanaan.