PIMPINAN WILAYAH BRI YOGYAKARTA : Ikut Majukan UMKM DIY

PIMPINAN WILAYAH BRI YOGYAKARTA : Ikut Majukan UMKM DIYPimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Dedi Juhaeni./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
17 September 2019 12:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—BRI Yogyakarta berkomitmen mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) DIY. Berbagai program dari BRI banyak yang diselaraskan dengan kebutuhan pengembangan UMKM.

Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Dedi Juhaeni salah satu upaya yang dilakukan yakni memaksimalkan fungsi Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI Yogyakarta. RKB yang terletak di Lantai II Wisma BRI, Jl Sagan Tim, Terban, Gondokusuman itu dinilai potensial untuk media untuk pengembangan UMKM.  "RKB itu perangkat dan menjadi embrio untuk pengembangan UMKM di DIY. Ada 42.000 UMKM yang terdaftar dalam RKB BRI Yogyakarta. Memang belum semua aktif. Baru sekitar 700 hingga 1.000 UMKM yang aktif," ujar dia ketika ditemui di Gedung BRI Kanwil Yogyakarta, Jogja beberapa waktu yang lalu.

Ia mengatakan potensi ini yang harus diangkat. Dari jumlah itu masih ada UMKM yang skalanya di bawah UMKM. Menurutnya, ada kendala teknologi dan salah satu upaya BRI untuk membantu UMKM dalam persoalan itu melalui edukasi UMKM dan pemahaman untuk berkembang butuh pengetahuan.

"Ini pekerjaan yang enggak ringan, tetapi kalau berhasil luar biasa. Di DIY ini UMKM-nya banyak sekali dan potensial untuk berkembang,"ujar dia.

Disebutkan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku UMKM, Kementerian BUMN bersama perusahaan milik negara membangun Rumah Kreatif BUMN sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas. "Rumah Kreatif BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatkan akses pemasaran, dan kemudahkan akses permodalan," ujar dia.

Ia menyebutkan pengembangan tersebut juga terkait dengan pembiayaan yang dimiliki BRI. "BRI Yogyakarta siap mengembangkan UMKM dengan menyediakan permodalan asalkan UMKM tersebut memiliki keinginan untuk berkembang," kata dia.

Menurutnya, keinginan itu adalah modal besar mereka. Disebutkan BRI memiliki unit dan divisi inkubasi untuk kembangkan UMKM. BRI juga memiliki produk kredit yang lebih mikro sehingga bisa diakses oleh pelaku usaha yang skalanya masih kecil.

Selain itu, BRI memiliki program KUR Pariwisata. KUR ini suda berjalan di daerah Prambanan dan Borobudur. Saat ini besaran KUR pariwisata sudah tersalurkan sekitar Rp10 miliar. Adanya KUR ini bisa menyerap kebutuhan yang muaranya untuk mengembangkan pariwisata.

Melalui pembiayaan ini para pelaku kreatif yang berhubungan dengan pengembangan pariwisata bisa meningkatkan produktivitasnya. "Misal untuk beli kostum tari dan gamelan. Itu sebenarnya produktif, tetapi hasilnya enggak langsung kelihatan seperti kalau untuk produksi tempe," kata dia.

Dedy mengaku mulai bergabung dengan BRI sejak 1990. Selama berkarya bersama BRI, ia sudah ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman yang dia dapat pun semakin banyak seiring bertambahnya tahun. Ia mengaku sangat menikmati pekerjaan dan berusaha memberikan yang terbaik.