Harga Emas 24 Karat Antam 8 Januari 2022 Sama dengan Kemarin. Berapa?
Harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk pada hari ini, Sabtu (8/1/2022) tidak berubah dari harga sebelumnya.
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JAKARTA — Pasca investor ramai-ramai meninggalkan pasar saham Indonesia sepanjang bulan ini, adanya kepastian terbentuknya kabinet baru pada Oktober 2019 diharapkan dapat mengembalikan selera investor.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai total Rp7,32 triliun sejak awal bulan ini. Adapun aksi beli bersih (net buy) hanya sekali terjadi, yaitu pada Rabu (11/92019), dengan nilai Rp237,88 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,14% ke level 6.146 pada akhir perdagangan Rabu (25/9/2019), mengakhiri pelemahan selama empat hari berturut-turut. Secara year-to-date (ytd), indeks melemah 0,78%.
Analis menilai pendorong keluarnya investor asing tersebut disebabkan oleh berbagai faktor. Dari eksternal, ada sentimen dari perang dagang AS—China hingga rencana pemakzulan Presiden AS Donald Trump.
Selain itu, kondisi keamanan politik dalam negeri ikut memperburuk keadaan yang membuat investor asing memilih untuk mengamankan asetnya ke tempat yang berisiko rendah.
Head of ETF Indo Premier Sekuritas Alexander I. Salim menyampaikan aksi mahasiswa yang menolak sejumlah RUU kontroversial di depan Gedung DPR RI pada awal pekan ini, memang mempengaruhi minat investor asing untuk masuk ke Indonesia.
Pada Selasa (24/9), aksi jual bersih mencapai Rp773,17 miliar. Sehari kemudian, hal yang sama terjadi lagi dengan nilai Rp769,23 miliar.
“Di pasar saham, asing mengurangi porsi aset berisikonya. Ada kekhawatiran kalau [aksi] berlanjut seperti di Hong Kong yang setiap hari selama 3 bulan, berarti kan mengganggu investasi dan yang lainnya,” katanya kepada Bisnis, Rabu (25/9/2019).
Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menambahkan ketidakstabilan politik yang terjadi di dalam negeri memang lebih membuat khawatir investor asing ketimbang investor lokal.
“[Investor] Lokal selalu percaya diri. Buat kita, ini pasti akan ada titik temu antara pemerintah dan masyarakat yang bisa disepakati,” tuturnya.
Namun, Kerry mengakui dinamika sosial dan politik domestik ke depannya sulit diprediksi karena bergerak dengan cepat. Yang dikhawatirkan adalah aksi yang dilakukan belakangan ini akan seperti aksi yang terjadi di Hong Kong, yang mana telah mengganggu iklim investasi dan sektor pariwisatanya.
Sementara itu, Senior Manager Research Analyst Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menjelaskan aksi jual yang ramai dilakukan oleh investor asing tersebut juga disebabkan oleh sentimen perang dagang yang dikhawatirkan tak memiliki titik temu lagi pada bulan ini.
“[Net sell karena] Perang dagang. [Selanjutnya kekhawatiran] mengenai kemanan dan stabilitas, ketidakpastian politik dari undang-undang yang kontra produktif,” paparnya.
Tetapi, Robby meyakini penundaan Undang-undang (UU) yang kontraproduktif dan pelantikan kabinet baru pada bulan depan bakal menjadi sentimen positif. Dengan demikian, diharapkan arus modal masuk (foreign capital inflow) dapat kembali ke pasar saham menjelang akhir tahun ini.
“Tentu dapat menjadi sentimen positif yang dapat mengembalikan arus modal masuk nantinya pada kuartal IV/2019,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk pada hari ini, Sabtu (8/1/2022) tidak berubah dari harga sebelumnya.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung