Banyak Demonstrasi, Ini Dampaknya untuk Sektor Investasi

Banyak Demonstrasi, Ini Dampaknya untuk Sektor InvestasiIlustrasi investasi. - Bisnis Indonesia
02 Oktober 2019 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY melihat untuk menjaga investasi di pasar modal dibutuhkan kondisi sosial politik yang stabil.

Kepala Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza mengungkapkan demonstrasi sedikit banyak memengaruhi dunia investasi pasar modal terutama bagi investor asing. Ia mengatakan investor asing sangat memperhatikan kondisi sosial dan politik di Indonesia. Ketika terjadi gejolak politik yang berkepanjangan, mereka akan melakukan aksi jual. "Memang kebanyakan yang sangat memperhatikan kondisi ini adalah investor asing. Tetapi, investor dalam negeri biasanya mengacu pada apa yang dilakukan investor asing sehingga mereka ikut-ikutan menjual saha. Ini yang harus dijaga," kata dia, Senin (30/9).

Namun, ia mengakui ketika kondisi berangsur stabil, kepercayaan investor asing akan kembali kuat sehingga mereka mulai melakukan investasi kembali. Investor asing memang masih mendominasi pasar modal Indonesia. Meksipun jumlah investor asing hampir seimbang dengan investor dalam negeri, tetapi daya beli dan kekuatan modal investor asing rata-rata lebih besar sehingga sangat berpengaruh pada pasar modal di Indonesia.  "Kami berharap, gelombang demonstrasi yang ada bisa berjalan dengan lancar, kondusif, dan tidak berlarut-larut sehingga kepercayaan investor asing ke Indonesia tetap terjaga. Apalagi Indonesia menjadi negara dengan potensi investasi terbaik ketiga global," kata dia. 

Pengusaha Muda

Hal senada diungkapkan Ketua Himpuman Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Teddy Gani Karim. Ia mengungkapkan Hipmi DIY prihatin dengan adanya demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di DIY. "Kami merasa sangat prihatin dan mengkawatirkan akan terciptanya image yang kurang baik terhadap dunia instansi di DIY sehingga akan membuat para investor yang tadinya ingin berinvestasi di DIY menjadi mengurungkan niatnya, walaupun sampai saat ini belum kelihatan dampaknya secara langsung dari hal tersebut," kata dia.

Ia mengungkapkan, jika gelombang demonstrasi terus-menerus terjadi dan sudah mengarah pada tindakan anarkistis, hal itu dinilai akan berdampak  pada investasi yg akan masuk ke DIY. Sementara, di sisi lain Pemda DIY sedang menggalakkan dan menarik investasi masuk ke DIY. Karena itu, untuk menarik investasi dibutuhkan kondisi sosial politik yang kondusif. "Apalagi misalkan demonstrasi sudah bergeser ke arah tuntutan yang tidak logis, yang menimbulkan konflik horizontal dan berujung kaos, kami berharap hal tersebut tidak terjadi. Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa menurut pandangan kami mengganggu putaran ekonomi di DIY apalagi mahasiswa memakai Jalan Gejayan sebagai pusat titik demonstrasi mereka, di mana daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentral ekonomi kecil menengah yang cukup besar putaran ekonominya," ujar dia.

Menurutnya, ketika jalan ditutup untuk demonstrasi maka akan mengurangi pendapatan UKM yg ada di sepanjang jalan tersebut. "Saya pikir lebih baik para mahasiswa lebih berpikir bagaimana menjaga situasi yang kondusif dan justru harus menjadi garda terdepan dalam menumbuhkembangkan kewirausahaan di DIY. Saya pikir hal tersebut jauh lebih baik dan bermanfaat, sehingga pertumbuhan ekonomi di DIY semakin bertumbuh dan semakin menarik investasi masuk ke DIY," terang dia.