Jumlah Nasabah Tabungan Emas Terus Digenjot

Jumlah Nasabah Tabungan Emas Terus DigenjotDeputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Kantor Deputi Bisnis Area Yogyakarta Mushonif ketika menunjukkan aplikasi Pegadaian Digital yang di dalamnya juga terdapat Tabungan Emas ketika ditemui di kantornya, Jogja, Sabtu (19/10)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
21 Oktober 2019 21:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Pegadaian (Persero) terus menggenjot jumlah nasabah Tabungan Emas di sisa waktu 2,5 bulan 2019 ini. Pegadaian Kantor Deputi Bisnis Area Yogyakarta optimistis target tahun ini bisa tercapai dan tidak menutup kemungkinan bisa terlampaui.

Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Kantor Deputi Bisnis Area Yogyakarta Mushonif mengungkapkan sampai 17 Oktober 2019 jumlah nasabah Tabungan Emas di Area Yogyakarta mencakup DIY; Magelang, dan Purworejo, Jawa Tengah mencapai 50.000 nasabah. "Dari jumlah tersebut omzetnya mencapai Rp883 miliar. Jumlah ini dari sejak adanya Tabungan Emas sekitar 2-3 tahun lalu hingga sekarang," ujar dia di kantornya, Ngupasan, Jogja, Sabtu (19/10).

Mushonif mengungkapkan angka tersebut menunjukkan peluang di DIY yang masih besar untuk digarap. Dengan jumlah omzet tersebut rata-rata nasabah memiliki Tabungan Emas sekitar 20-30 gram atau senilai Rp10 juta hingga Rp20 juta per orang. "Peluang dan potensinya masih besar.  Kami terus melakukan berbagai upaya untuk menggaet semakin banyak nasabah," jelas dia.

Upaya yang dimaksud yakni selalu berpromosi melalui kerja sama kelembagaan, door to door, iklan, serta melalui berbagai agenda salah satunya bank sampah. Sebab sampah yang dipilah bisa ditabung menjadi tabungan emas. Dengan berbagai upaya itu, ia optimistis target 2019 bisa tercapai.

"Target capaian tahun ini untuk jumlah nasabah sebesar 52.000. Masih kurang 2.000. Tetapi, kami masih ada waktu 2,5 bulan, bisa saja akan nasabah  10.000 lagi. Untuk nilai kurang sekitar Rp400 juta. Kami optimistis akan tercapai," ujar dia.

 Melihat perkembangan bisnis pada 2019 yang cukup moncer ini, ia yakin pertumbuhan bisnis 2020 cukup baik. Ia memperkirakan pertumbuhan bisnis Tabungan Emas mencapai 30% hingga 40%.

Mushonif menjelaskan Tabungan Emas dibuat untuk mengakomodasi masyarakat yang tidak mampu membeli emas dalam jumlah besar.  Masyarakat bisa menabung mulai dari 1/100 gram dari harga emas saat menabung. "Tentu ini memudahkan masyarakat terutama masyarakat kecil. Dengan uang Rp7.200 sudah bisa menabung emas. Selain itu, mereka juga jadi melek investasi emas. Kalau menabung emas melalui Tabungan Emas, lebih aman dan tidak perlu khawatir emasnya hilang," jelas dia.