Kopi Menoreh Dipopulerkan Lewat Grebeg Latte Art

Kopi Menoreh Dipopulerkan Lewat Grebeg Latte ArtAsisten Sekda Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY Tri Saktiyana tengah mencoba membuat latte art (menuang susu) dalam pembukaan Grebeg Latte Art, rangkaian kegiatan Grebeg UMKM DIY 2019 di atrium Plaza Ambarrukmo, Sleman, Sabtu (16/11/2019). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
16 November 2019 20:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Bank Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memajukan potensi lokal DIY salah satunya kopi Menoreh, Kulonprogo yang memiliki cita rasa unik. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan menggelar Grebeg Latte Art di Plaza Ambarrukmo, Sleman, Sabtu (16/11/2019) dalam rangkaian Grebeg UMKM DIY 2019 yang digelar Bank Indonesia DIY.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan dalam Grebeg Latte Art, sebanyak 56 peserta barista yang ada di DIY diadu kemampuannya dalam membuat latte art. Mereka menggunakan espresso yang dibuat dari kopi Menoreh.

"Kami ingin kopi DIY ini memiliki nilai tinggi. Di DIY banyak barista yang andal dan melalui penyajian kopi tersebut ada experience yang dijual sehingga nilai tambahnya tinggi. Berbeda ketika hanya menjual kopi mentah. Nilainya tidak bisa setinggi ketika menjual experience," kata dia ketika ditemui di Plaza Ambarrukmo, Sleman, Sabtu.

Ia menjelaskan Kopi Menoreh berasal dari kawasan Bukit Menoreh Kulonprogo. Untuk mengangkat potensi ini, sejak tahun 2018, Bank Indonesia DIY melakukan pendampingan klaster  LED Kopi Menoreh integrasi sektor pariwisata yang ada di Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo dengan kelompok tani binaan yaitu KT. Margo Mulyo.

"Salah satu keunggulan Kopi Menoreh adalah Body Coffee yang berpadu dengan aroma coklat menjadi ciri khas untuk kopi ini. Cita rasa dan flavour khas adalah hasil perpaduan budi daya dan pengolahan tradisional yang berkualitas. Prosedur proses yang terstandar dan pengendalian mutu yang bagus juga diperlukan untuk memperoleh produk Kopi Menoreh berkualitas tinggi. Kearifan lokal berpadu dengan teknologi adalah sebuah langkah inovasi untuk menghasilkan produk berkelas tinggi," ujar dia.

Tahun pertama pendampingan difokuskan pada aspek budi daya berupa bimtek budi daya kopi ramah lingkungan, peremajaan tanaman dengan penanaman 320 batang tanaman kopi bibit unggul yang didatangkan dari Puslitkoka Jember dan bimtek pengolahan pascapanen bekerja sama dengan BPTBA LIPI DIY untuk menghasilkan olahan biji kopi yang terstandardisasi.

Inovasi untuk Kopi Menoreh adalah keharusan agar Kopi Menoreh dapat menjadi produk berkelas tinggi yang bisa berkompetisi tidak hanya di pasar lokal tapi juga di pasar global. Untuk mendukung kegiatan tersebut, BI DIY melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBJ) memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana irigasi kebun kopi, rumah pengering kopi serta mesin pengolah kopi.

Pada 2019 ini, pendampingan difokuskan pada penguatan kelembagaan melalui kegiatan capacity building bagi pemuda penggerak desa yang tergabung dalam Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Sidoharjo. Hal ini untuk mengintegrasikan potensi kopi menoreh dengan potensi objek wisata lokal yang ada sehingga terjalin sinergi yang saling menguatkan.

Pada tahun kedua ini, BI DIY juga memberikan bantuan berupa bangunan Rumah Produksi Kopi yang dibangun di sentra Agrowisata Kopi Menoreh di Dusun Madigondo desa Sidoharjo. Serangkaian kegiatan pendampingan yang dilakukan BI DIY ini terangkum dalam Road Maps Pengembangan Local Economic Development Kopi Menoreh Kulonprogo dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar dengan mengangkat potensi lokal yang dimiliki.

Asisten Sekda Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY Tri Saktiyana mengapresiasi dan mendukung kegiatan pendampingan yang dilakukan Bank Indonesia DIY. Ia menjelaskan dilihat dari ekonomi dunia, nilai tambah bisa dipetakan dalam tiga area. 

"Pertama area dengan nilai tambah yang rendah. Ada area komoditas alam, bisa tambang, hasil pertanian, kayu di hutan dan lainnya. Kopi dari komoditas alam dijual buah kopi dikemas karungan dalam jumlah besar tetapi nilai rendah," jelas dia.

Area nilai tambah kedua adalah manufaktur di mana bikin kopi dibuat bubuk. Nilai tambahnya pun bertambah tinggi. Area ketiga yakni kopi dilihat dari jasa perkopian yakni experience "ngopi" di mana nilainya sangat tinggi.

"Untuk kopi Menoreh dan kopi di daerah lain di DIY harus diangkat ke grade tinggi jangan hanya jadi komoditas alam dan manufaktur, tetapi experience ngopi sehingga daya tarik kopi di DIY tinggi dan cocok untuk gaya ngopi khas DIY," papar dia.