Grebeg UMKM DIY 2019 Dorong Perkembangan UMKM

Grebeg UMKM DIY 2019 Dorong Perkembangan UMKMWakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X (kelima kiri) didampingi Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan (ketiga kanan), secara resmi membuka Grebeg UMKM DIY, Atrium Plaza Ambarrukmo, Sleman, Kamis (14/11)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
15 November 2019 10:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY menginginkan UMKM yang selama ini dibina oleh BI, semakin dikenalkan ke masyarakat. Melalui peresmian Grebeg UMKM DIY 2019 di  Atrium Plaza Ambarrukmo, Sleman, Kamis (14/11), keinginan tersebut dapat segera terwujud.

Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan menginginkan UMKM yang selama ini dibina oleh BI, semakin dikenalkan ke masyarakat. “Kegiatan ini untuk memperkenalkan ke masyarakat. UMKM ini bukan kelas rendah, nilainya tinggi bisa dipakai semua lapisan,” kata Hilman.

Diharapkan Hilman, ke depan UMKM dapat diserap tidak hanya pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor. Mal dipilih sebagai lokasi acara dengan harapan orang yang awalnya tidak ada niat langsung untuk melihat menjadi tertarik untuk melihat, mengenal dan membeli produk.

Grebeg UMKM 2019 diikuti 73 pelaku usaha, yang terbagi ke tiga sektor, yaitu fashion, food dan craft. Sejumlah kriteria menjadi dasar dipilihnya UMKM, mulai dari konsistensi, keberlanjutan usaha, kemudian jika makanan harus higenis, dan kemasan yang baik. 

Selain itu pencatatan keuangan dari UMKM juga menjadi perhatian, lantaran hal tersebut mempengaruhi usaha agar tangguh dan professional. Selain pencatatan keuangan berguna ketika akan mengajukan pembiayaan ke bank. Pembiayaan tersebut penting untuk ekspansi. Selain juga UMKM juga perlu memperhatikan lingkungan.

 

Gerakan Nontunai

Pada kesempatan itu juga diperkenalkan sistem pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS), yang akan dimulai pada 2020. Selain itu juga akan dilakukan sosialisasi mengenali uang palsu.

Sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang dibacakan Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X mengatakan selama 10 tahun terakhir, mesin penggerak ekonomi daerah adalah UMKM, dengan jenis usaha hingga sebesar 92% dari total jenis usaha yang ada di DIY. Artinya, UMKM memegang kunci dinamisasi laju perekonomian daerah yang pergerakannya sudah terbukti cenderung stabil dan tahan banting. Hal ini terbukti ketika negeri ini dilanda krisis moneter sebagai imbas lesunya ekonomi global, perekonomian DIY justru tumbuh stabil.

“Pemerintah Daerah DIY menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan Grebeg UMKM DIY ke-3 pada 2019  dengan tema Peluang dan Tantangan di Era Digital: The Future Work.  Apabila mendiskusikan tentang masa depan, kita harus menarik benang merah terkait eksistensi suatu produk. Benang merah tersebut adalah teknologi dan kualitas produk,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada BI. Pemda DIY selalu terbuka dan menerima dengan baik, kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan UMKM. Diharapkan dengan ini akan ada peningkatan kualitas produk diiringi dengan pengembangan kapasitas SDM pengusaha UMKM.

“Di era teknologi saat ini dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, pertama literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi. Kedua, literasi teknologi, yaitu memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan ketiga, literasi manusia humanities, komunikasi dan desain produk,” ucapnya.