Advertisement
Uniknya Custom Painting ala Rozkilla pada Jaket dan Sepatu

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Berawal dari hobi, dan miliki basic menggambar Aji Sidik Nugroho mengembangkan hand painting dengan merek Rozkilla.
Memiliki kemampuan menggambar dan latar belakang pendidikan di Desain Komunikasi Visual (DKV), Aji mulai berproses mengembangkan karyanya sejak 2017. Memulai dengan menggambar pada medium lain yaitu patch, Aji terus mencoba mengeksplorasi. Hingga pada akhirnya ia menekuni custom painting atau hand painting pada jaket dan sepatu, dengan nama merek Rozkilla yang ia ambil. “Dari kata rose dan kill, dengan harapan orang dalam “orang jadi terbunuh kecanduan”,” kata Aji, Jumat (22/11).
Advertisement
Berkat ketekunannya, usaha yang ia rintis pun semakin berkembang dari waktu ke waktu. Hingga berbagai pesanan dari luar kota Jogja ia dapatkan. “Paling jauh pesanan dari Papua. Banyak memang pesanan dari luar Jogja,” ujarnya.
Menurutnya, tidak begitu banyak kesulitan yang dihadapi, dalam pengerjaan custom painting ini. Hanya terkadang ada beberapa desain yang diminta oleh konsumen perlu dikerjakan secara hati-hati.
“Selain itu juga kami menghindari terkena copyright, karena kan terkadang mereka tidak tahu ilustrasi itu milik siapa asal diambil di Internet. Jadi kami memberikan saran dan alternatif inovasinya,” ujar pria yang mengenyam pendidikan di DKV Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia (STSRD Visi), itu.
Pengerjaan pun dikatakannya tidak perlu waktu lama kecuali memang ada detail yang harus dibuat. Normal menurutnya kisaran pembuatan, tiga hingga tujuh hari. Pelanggan yang ingin disasar, Rozkilla sendiri yaitu mulai anak SMA hingga usia 30 tahun. Harga yang dipatok, olehnya pada kisaran Rp350.000. Jika memasuki masa ramai, Aji meraih omzet hingga Rp4,5 juta/bulan.
Perawatan Hasil Jadi
Aji mengatakan untuk perawatan hasil custom painting pada sepatu atau jaket denim tidak begitu sulit. Ia juga mengatakan gambar yang dibuat juga tidak mudah rusak, karena pada pengerjaan juga dilakukan finishing. “Kami sebenarnya juga punya menu baru istilahnya, untuk perawatannya, cuci juga dan kami juga menjual beberapa produk, seperti salah satunya cat yang kami produksi sendiri. Itu yang membedakan kami dengan yang lain juga,” katanya.
Meski penjualan secara daring melalui akun Instgaram @Rozkilla.co tetap paling memberikan keuntungan, Aji mengaku ketiadaan gerai di Jogja menjadi kelemahan tersendiri. Karena itu, dia berharap ke depan dapat mengembangkan gerai di area Jogja. “Kalau store sebenarnya sudah ada tapi di Ketapang, Kalimantan Barat. Harapannya di Jogja juga ada. Untuk tantangan pengembangan saat ini, ya harus banyak-banyak inovasi dan menjaga kualitas juga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- InJourney: Puncak Arus Balik di 37 Bandara di Indonesia pada 7 April 2025
Advertisement

H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- InJourney: Puncak Arus Balik di 37 Bandara di Indonesia pada 7 April 2025
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Mundur, Meta Platforms Inc Berisiko Kesulitan Bersaing dengan Kompetitor
- Okupansi Hotel di DIY Turun 20% Dibandingkan Lebaran Tahun Lalu
- Hari Ketiga Lebaran, 40 Ribu Lebih penumpang Kereta Api Kembali ke Jakarta
- Perdana Menteri Kanada Sebut Kebijakan Tarif Trump Bakal Ubah Fundamental Perdagangan Global
- Kebijakan Tarif Donald Trump Bisa Memicu Resesi Ekonomi di Indonesia
Advertisement
Advertisement