Peternak Ayam Ajukan 10 Tuntutan Ini

Peternak Ayam Ajukan 10 Tuntutan IniIlustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
28 November 2019 06:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Paguyuban Peternak Rakyat Nasional dari berbagai daerah kembali menggelar aksi damai berupa setidaknya 10 tuntutan di Jakarta, Rabu (27/11) . Upaya ini sebagai upaya permintaan kepada pemerintah agar memberikan perlindungan dan dukungan pada peternak mandiri.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) DIY-Jateng, Pardjuni mengatakan ada sejumlah maksud dan tujuan aksi tersebut dilakukan. Pertama, menjaga stabilitas harga ayam hidup (live bird) pada harga acuan pemerintah sesuai Permendag No.96/2018 tentang  Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjual di Tingkat Konsumen.

Kedua, menuntut pengurangan Day old chicken Final Stock (DOC FS) broiler 10 juta per pekan untuk mendukung stabilisasi harga ayam hidup. “Stabilisasi harga DOC broiler dan pakan,” kata Pardjuni yang juga koordinator lapangan aksi tersebut.

Ketiga, menuntut ketersediaan jagung dengan harga yang terjangkau bagi peternak dan menguntungkan bagi petani. Keempat, meminta revisi Permentan No.32/2017 tentang  Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi dan kelima menerbitkan Perpres Perlindungan Peternak Mandiri/UMKM.

“[Keenam] Revisi UU No.18/ 2009 [tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan] terkait dengan pasal-pasal dibolehkannya integrator budi daya. Terbitkan Perpres untuk penataan iklim usaha perunggasan nasional yang berkeadilan dan pro-peternak rakyat atau UMKM,” katanya.

Ketujuh, mereka juga menuntut tersedianya akses perbankan bagi peternak mandiri/UMKM. Kedelapan, menaikkan harga ayam kampung dan pejantan di atas harga pokok penjualan (HPP). Kesembilan, memproteksi usaha dari turut sertanya pelaku besar korporasi integrasi budi daya ayam kampung/ unggas lokal. Usaha ayam kampung dan pejantan ranah usaha peternak mandiri.

Kesepuluh, mendorong pemerintah menjalankan amanat Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 10, dan menciptakan iklim usaha ungags lokal yang kondusif dari hulu hingga hilir serta segera menyusun dan merumuskan blue print unggas lokal.  

Harga Ayam Potong

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengungkapkan menjelang akhir tahun saat ini, harga ayam potong cenderung fluktuatif. “Fluktuatif tetapi masih sesuai acuan pemerintah. Harga dikisaran Rp33.000/kilogram (kg). Ketersediaan saat ini juga mencukupi. Diharapkan ke depan tetap stabil,” ujarnya.

Pihaknya  akan terus mengawasi walaupun belum ada kenaikan harga yang signifikan. Rencana, operasi pasar kembali digelar pada Desember 2019.

Tuntutan Paguyuban Peternak Rakyat Nasional

  1. Menjaga stabilitas harga ayam hidup (live bird)
  2. Menuntut pengurangan Day old chicken Final Stock (DOC FS) broiler 10 juta per pekan
  3. Menuntut ketersediaan jagung dengan harga yang terjangkau bagi peternak dan menguntungkan bagi petani.
  4. Meminta revisi Permentan No.32/2017 tentang  Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.
  5. Menerbitkan Perpres Perlindungan Peternak Mandiri/UMKM.
  6. Revisi UU No.18/ 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
  7. Menuntut tersedianya akses perbankan bagi peternak mandiri/UMKM.
  8. Menaikkan harga ayam kampung dan pejantan di atas harga pokok penjualan (HPP).
  9. Memproteksi usaha dari turut sertanya pelaku besar korporasi integrasi budi daya ayam kampung/ unggas lokal.
  10. Mendorong pemerintah menjalankan amanat Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 10, menciptakan iklim usaha unggas lokal yang kondusif dari hulu hingga hilir serta segera menyusun dan merumuskan blue print unggas lokal.

Sumber: wawancara